PAN DIY Intensifkan Komunikasi ke Muhammadiyah di Tengah Lahirnya Partai Ummat

Perempuan Amanat Nasional (PUAN) DIY menyerukan yel-yel pada konsolidasi partai. - Ist.
02 Mei 2021 06:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Partai Amanat Nasional (PAN) DIY secara aktif terus melakukan konsolidasi internal dan kegiatan pendekatan ke masyarakat di tengah kemunculan Partai Ummat. Selain melakukan aksi nyata membantu masyarakat, PAN juga mengunjungi Kampung Kauman yang merupakan tempat berdirinya Muhammadiyah.

Sebagaimana diketahui Partai Ummat besutan mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais telah dideklarasikan pada Rabu (28/5/2021). Partai ini dikenal sebagai sempalan dari PAN. Di DIY ada sejumlah tokoh mantan fungsionaris PAN DIY, seperti Nazarudin yang kini bergabung di Partai Ummat.

BACA JUGA : Muncul Partai Ummat, Waketum PAN: Kader PAN Rasional

Sepekan jelang kemunculan Partai Ummat, PAN DIY melakukan beragam aksi mulai dari mengunjungi Panti Asuhan, membagikan takjil dan memberikan santunan kepada duafa. Kegiatan ini memang menjadi rutinitas PAN seperti ramadan tahun sebelumnya. Tetapi menariknya, seolah tak ingin kehilangan basis massa, ramadan tahun ini PAN DIY juga mengunjungi Kampung Kauman yang merupakan tempat berdirinya Muhammadiyah. Partai ini mengemasnya dengan istilah napak tilas KH Ahmad Dahlan sekaligus wisata minat khusus.

Terakhir, partai ini melakukan konsolidasi internal pada Jumat (30/4/2021) di eks Fish Market Jogja. Sejumlah tokoh PAN DIY yang hadir, mulai dari Mantan Bupati Sleman Sri Purnomo, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi hingga Wakil Sekjen DPP PAN Ibnu Mahmud Bilaludin. Organisasi sayap yang hadir mulai dari Perempuan PAN (PUAN), Barisan Penegak Amanat Nasional (BM PAN) hingga Sistem Pengamanan Teknis Kegiatan (SIMPATIK) PAN se-DIY.

Heroe menyatakan PAN lahir melalui mekanisme formal Muhammadiyah, tepatnya pada Sidang Tanwir. Sehingga Muhammadiyah memiliki ikatan moral dengan PAN. Namun menurut Heroe tak cukup demikian, PAN harus tetap terus menjalin komunikasi dengan ormas terbesar di Indonesia tersebut.

BACA JUGA : Happy Ada Partai Ummat, Zulkifli Hasan Anggap Bisa Hindari

“Jadi harus rutin bertemu, berkomunikasi dengan tokoh Muhammadiyah dalam mendiskuiskan setiap persoalan termasuk dalam setiap tahapan proses pengambilan kebijakan. Jaringan Muhammadiyah selama ini menjadi penopang, tidak boleh melepaskan ini. Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan kita perlu memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah,” kata Heroe di hadapan para kader.

Heroe menilai konsolidasi semacam itu sangat penting untuk menyolidkan mesin partai. Menurutnya PAN tetap solid meski ada partai baru yang lahir.

“Meski pun adik [Partai Ummat] kita lahir, tetapi alhamdulillah hampir seluruh keluarga besar PAN masih menyatu,” katanya pria yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN DIY ini.

Ketua DPW PAN DIY Suharwanta menyatakan sampai saat ini partainya tetap solid. Masih bersatunya kader PAN di DIY dibuktikan dengan terselesaikannya konsolidasi Musyawarah Daerah (Musda) di lima kabupaten/kota, 78 Musyawarah Cabang (Muscab) dan 438 Musyawarah Ranting (Musran). Proses ini bisa terselesaikan tidak sampai sebulan.

BACA JUGA : Deklarasikan Partai Ummat, Amien Rais Bertekad Lawan

“Kami menargetkan perolehan kursi legislatif dua kursi DPR RI untuk perwakilan DIY, 11 kursi DPRD DIY dan 40 kursi Kabupaten/Kota di Pemilu 2024. Kekuatan kami sangat solid, tidak sampai sebulan mampu menyelesaikan konsolidasi sampai ranting, kami yakin bisa meraih target tersebut di 2024,” ujarnya.