Kasus Takjil Maut, Ahli Farmakologi Soroti Mudahnya Mendapatkan Racun

Ilustrasi. - Freepik
02 Mei 2021 12:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Keberadaan racun jenis C yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon yang diduga merupakan Potasium Sianida mendapatkan sorotan dari ahli Farmakologi UGM, Ika Puspitasari.

Ika mengungkapkan seharusnya zat berbahaya ini tidak mudah didapatkan oleh masyarakat. Sebab, peredarannya sangat terbatas, yakni ada aturan yang mengatur penjualan dan pembelian zat yang sangat mematikan ini.

“Namun, dewasa ini ada yang dijual secara online, dengan harga yang terjangkau,” jelas Ika, Minggu (2/5/2021).

Sementara Polres Bantul sampai saat ini terus melakukan penyidikan terkait dengan kematian Naba. Selain telah mengetahui jika bumbu sate yang menewaskan siswa SD Muhammadiyah 4 Karangkajen ini mengandung racun jenis C, petugas juga telah memeriksa lima orang saksi.

Baca juga: Ini Imbauan Pemkab Bantul Agar Tragedi Sate Beracun Tak Terulang

Untuk ciri terduga pelaku, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menyatakan telah mendapatkannya. Hal itu berdasar keterangan saksi-saksi, penerima paket, hingga rekaman CCTV.

“Kami sudah dapatkan ciri-ciri pelaku,” ucap Ngadi.

Oleh karena itu, Ngadi menyatakan kemungkinan dalam waktu dekat, Polres Bantul segera merilis pelaku pemberi order takjil maut. "InsyaAllah," katanya.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pemberi Takjil Beracun

Terpisah, ayah Naba, Bandiman, 47, berharap polisi mengusut kematian anak keduanya ini.

“Kami berharap kasus ini diselesaikan tuntas, jangan sampai berhenti di tengah jalan," katanya.

Sebelumnya, Naba Faiz Prasetya dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/4/2021) setelah menyantap satai yang diduga beracun.

Sate tersebut diperoleh ayahnya, Bandiman, 47, yang merupakan ojek online dari wanita tak dikenal.