Jelang Lebaran, Kebutuhan Elpiji di Sleman Naik 8%

Ilustrasi. - Solopos/ Sunaryo Haryo Bayu
04 Mei 2021 19:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jelang lebaran, kebutuhan gas elpiji mengalami peningkatan hingga 8%. Meski mengalami peningkatan, kondisi pasokan gas elpiji khususnya gas bersubsidi masih aman.

Owner SPBE Jatirata Mitra Mulya Arianto Sukoco mengatakan menjelang perayaan Idulfitri terjadi peningkatan permintaan gas elpiji di Sleman. Untuk memenuhi peningkatan kebutuhan elpiji, pihaknya pun menambah stok 6-8%. "Umumnya kami menghabiskan 50 metrik ton saat ini naik menjadi kurang lebih 55 metrik ton,” jelas dia usai menerima rombongan Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Selasa (4/5/2021).

Ia menegaskan, penambahan stok elpiji tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat. SPBE Jatirata Mitra Mulya, katanya, siap menjaga stabilitas kebutuhan elpini di pasaran. "Iya itu menjadi komitmen kami untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan gas masyarakat selama perayaan Idulfitri," katanya.

Bupati Sleman Kustini mengatakan peninjauan tersebut bertujuan memberikan pengawasan dan pengendalian serta evaluasi terhadap ketersediaan dan kelancaran pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi/Non Subsidi dan LPG 3 Kg bersubsidi. "Yang jelas untuk mencukupi kebutuhan masyarakat terutama menjelang hari raya Idulfitri," katanya.

Kustini mengapresiasi PT Pertamina karena sudah memberikan pelayanan produk yang baik kepada masyarakat Sleman. "Pelayanan produk yang sudah baik ini saya harap dapat dipertahankan karena BBM dan Elpiji merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat terlebih menjelang lebaran,” ungkap dia.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho menyampaikan Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar untuk masyarakat. "Dengan sinergi antara Pertamina dan pemerintah serta jajaran stakeholders lainnya, tentu penyediaan kebutuhan energi untuk masyarakat dapat semakin terjamin,” ujar Brasto.

Dia mengungkapkan, Pertamina berkomitmen untuk menjamin ketersediaan BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kami telah mengantisipasi apabila ada kemungkinan lonjakan kebutuhan, seperti pada saat menjelang hari raya lebaran," ungkap Brasto.

Ia menambahkan, Pertamina juga telah menjalankan program Digitalisasi SPBU untuk menjaga keandalan pasokan BBM secara real time, mulai dari monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tangki, hingga penjadwalan otomatis dari pengiriman BBM ke SPBU.

"Khusus di wilayah Jateng dan DIY, sebanyak 821 SPBU sudah menerapkan Digitalisasi SPBU, untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Brasto.