Bisa Jadi Tempat Wisata Edukasi, Agrowisata Bawang Merah Terus Dikembangkan

Ilustrasi. - Freepik
05 Mei 2021 07:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pengembangan Agrowisata Bawang Merah, Nawungan, Selopmioro, Imogiri, Bantul terus digenjot. Rp10 miliar disiapkan Pemkab Bantul guna kembangkan agrowisata bawang merah.

Setidaknya 300 hektare lahan bawang merah terdapat di Selopamioro. Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Yus Warseno menjelaskan pengembangan agrowisata di Selopamioro akan dikerjakan beramai-ramai oleh berbagai OPD. Pasalnya pengembangan agrowisata di Selopamioro melingkupi berbagai aspek, mulai dari jalan, lahan parkir, dan sebagainya.

"Harapannya terjadi percepatan, karena untuk mendukung itu perlu biaya yang sangat mahal. Namun tadi sudah dianggarkan diusulkan untuk ke depannya Rp10 miliar untuk memperbaiki fasilitas seperti parkiran, tempat ibadah, jalan, taman-taman dan lain sebagainya," terangnya Selasa (4/5/2021).

Bukan tanpa sebab miliaran rupiah digelontorkan untuk mengembangkan agrowisata. Dijelaskan Yus, aktivitas budidaya bawang merah di Selopamioro sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat.

"Menanam bersama, panen bersama, dan itu ternyata musim-musim tertentu akan berubah menjadi padi, jagung, cabai, bawang lagi itu di sana memiliki pemandangan yang indah. Sunset, kawasan perbukitan, trek sepeda, lengkap sekali di sana," tambahnya.

Salah satu keunggulan agrowisata menurut Yus yakni potensi penyerapan hasil panen yang baik. Agrowisata menjanjikan edukasi dalam ranah agro. Selain pengunjung tahu cara berbudidaya bawang merah, hasil panen para petani sekitar juga berpotensi terserap oleh para pengunjung yang datang ke desa.

"Agro dikombinasikan dengan pariwisata itu luar biasa. Pengunjung bisa menikmati alam, bisa membeli hasil bumi dan sebaganya. Selama ini antara pertanian dan pariwisata belum ada link sehingga saat panen raya menjual produk kesulitan. Tapi dengan adanya wisata bisa memulihkan ekonomi," tandasnya.