Kisah Kelulusan 2021: Wisuda Penuh Haru & SKL Diberikan Lewat Jasa Pengiriman

Suasana wisuda purna siswa yang digelar secara daring. - Youtube.
05 Mei 2021 09:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelajar yang lulus para tahun ajaran 2020/2021, ke depan bisa menjadi penanda bahwa saat periode itulah pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia. Siswa kelas XII SMA/SMK periode ini merasakan selama setahun tanpa ke sekolah karena belum ada pertemuan tatap muka (PTM). Mereka menyecap pelajaran hingga evaluasi dan ujian secara online dan akhirnya lulus.

Mereka pun tak dapat merayakan pesta kelulusan. Mau tidak mau, perpisahan harus digelar secara online dengan sedikit luring terbatas, seperti yang digelar SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Kota Jogja pada Senin (3/5/2021). Sekolah ini tercatat pertama kali menggelar wisuda purna siswa dibandingkan SMA/SMK lain di Jogja.

“Kami menggelar wisuda purna siswa daring dan luring, lebih dahulu meminta izin Satgas Covid-19 dan kalau dihitung hanya diperbolehkan menghadirkan 11 siswa dan 11 orangtua saja. Bahkan guru yang boleh hadir hanya panitia,” kata Wakasek Bidang Kurikulum SMA Muha Kota Jogja, Retno Sumirat saat dimintai konfirmasi terkait pelaksanaan wisuda.

Proses pemilihan 11 siswa itu pun dilakukan dengan cermat dan memutuskan siswa terbaik sebagai wakil. Selain terbaik, mereka harus tinggal di area DIY. Sekolah menawarkan kepada semua siswa terbaik pararel dan terbaik di kelas untuk mewakili. Namun ada beberapa yang tinggal di luar DIY, bahkan di luar Jawa sehingga diwakilkan kepada siswa asal Jogja yang memiliki peringkat terbaik berikutnya.

“Kalau yang terbaik pararel ada di kelas XII IPA 1 tetapi karena berada di NTT, kami tawari dulu tetapi tidak memungkinkan untuk datang, sehingga digantikan yang ada di Jogja kebetulan peringkat kedua pararel,” katanya.

Baca juga: Siswa PTM di DIY Akan Dites Covid-19

Sekolah ini pun mengerahkan seluruh kekuatan teknologi informasi yang dimiliki untuk menyajikan momentum berkesan secara online di hadapan 277 siswanya yang lulus. Selain lewat aplikasi zoom, juga disiarkan langsung melalui Youtube.

Wisuda online dilakukan dengan memanggil satu per satu siswa, kemudian pada layar online sisi kanan dan kiri berdiri guru Wali Kelas dan Waka Kurikulum. Di layar tengah berisi orangtua yang mengalungkan samir kepada siswa yang diwisuda.

Ketika memasuki sambutan peserta wisuda yang diwakili oleh Wahyu Yuntari dari Kelas XII IPA 3, tampak suasana haru terlihat di layar. Beberapa guru dan orangtua terlihat menyeka air mata yang menetes. Sedangkan Wahyu Yuntari menyampaikan kalimatnya dengan berkaca-kaca.

Kepala SMA Muha Slamet Purwo mengakui wisuda purna siswa kali ini sangat berkesan, karena para siswa yang lulus tanpa melalui pertemuan tatap muka. Selama setahun akibat pandemi, mereka tidak merasakan datang ke sekolah sebagai siswa kelas XII untuk belajar tatap muka. Hal itulah yang membuat para guru, orangtua bahkan siswa merasa terharu dan meneteskan air mata saat proses wisuda daring dan luring itu digelar.

“Itu yang membuat berkesan, bahkan saya sendiri ikut menahan air mata, mereka setahun lebih belajar secara online, tidak bertemu dengan guru, tidak bertemu dengan teman, saya merasa kadang kangen,” ujarnya.

Rasa Syukur

Namun ia bersyukur, meski tidak pernah PTM, siswanya mampu menunjukkan terbaik. Tercatat ada 23 siswa telah diterima di PTN seperti UGM, UPN, Universitas Hasanudin hingga Universitas Andalas, serta 140 siswa telah diterima di sejumlah PTS terkemuka.

Para siswa diberikan Surat Keterangan Lulus (SKL) dalam bentuk PDF sehingga setelah dinyatakan lulus, surat tersebut langsung dikirim lewat ponsel orangtua siswa. Tetapi bagi siswa yang akan mendaftarkan ke perguruan tinggi sehingga butuh SKL dengan foto dan cap basah, pihak sekolah melayani pengambilan secara drive thru.

“Sedangkan untuk anak luar DIY atau luar Jawa, SKL kami kirimkan lewat jasa ekspedisi, kami paketkan,” ujar Retno Sumirat.

Slamet Purwo mengatakan setelah wisuda, pada sore harinya untuk merayakan kelulusan para siswa menggelar bakti sosial memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya menyasar kalangan duafa di sekitar SMA Muha mulai dari tukang becak hingga pedagang kecil.

“Selain di sekitar sekolah, juga memberikan bantuan sembako ke Panggang, Gunungkidul,” katanya.