Sultan Beberkan Libur Panjang Berkali-kali Sebabkan Lonjakan Covid-19 di Jogja, Ini Datanya!

Sri Sultan HB X. - Ist/Diskominfo DIY
06 Mei 2021 20:17 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mencatat peningkatan kasus Covid-19 di DIY terjadi setelah berkali-kali libur panjang.

Terpisah dalam rilis yang diterma Harianjogja.com dari Humas Pemda DIY, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan tercatat terdapat tiga periode libur panjang yang mengakibatkan kenaikan mobilisasi masyarakat dan berakibat pada penambahan kasus Covid-19.

Periode pertama terjadi saat libur Tahun Baru Islam pada 20-23 Agustus 2020 dengan peningkatan kasus sebesar 65,31% dan tingkat kematian mingguan sebesar 42,11%. Peningkatan selanjutnya sebesar 92,75% terjadi pada periode liburan Peringatan Maulid Nabi, yakni 28 Oktober hingga 1 November 2020, dengan tingkat kematian mingguan sebesar 108%.

Periode ketiga terjadi pada masa liburan Natal 2020 dan tahun baru 2021 yakni 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 dengan peningkatan 82,40 % dan tingkat kematian mingguan sebesar 170%.

BACA JUGA: Istri Polisi Tomi Jadi Target Sate Beracun? Ini Kata Kapolres Bantul

“Adanya kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 di DIY ini lantas membuat DIY melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat [PPKM berskala mikro],” ujar Sultan, Kamis (6/5/2021).

Periode awal pemberlakuan PPKM di DIY dilaksanakan pada 11-25 Januari 2021. Berikutnya, DIY mererapkan kebijakan PPKM mikro yang berbasis dari mikro lockdown dengan menitikberatkan partisipasi RT/RW sebagai lingkup terkecil untuk turut mengontrol dan menjaga warga maupun pendatang yang masuk ke wilayahnya.

Rentang penerapan PPKM mikro ini adalah dua minggu setiap periodenya. Total terdapat tujuh kali periode kebijakan PPKM mikro yang telah diterapkan di DIY mulai 26 Januari 2021 hingga 5 mei 2021.

“Penerapan PPKM mikro ini, terbukti dapat menurunkan jumlah kasus covid-19 secara signifikan. Tercatat selama 9 Februari 2021 hingga 19 April 2021, kasus aktif Covid-19 turun sebesar 12,93% dari 6.055 kasus menjadi 4.557 kasus,” kata Sultan

Selama rentang tersebut, persentase kesembuhan juga sebesar 12,81% dari 72,43% menjadi 85,24% dan tingkat bed occupancy rate (bor) turun sebesar 18,5% yakni dari 63,64% menjadi 45,14%. meski demikian, per senin, 3 Mei 2021, di wilayah DIY masih tercatat 9 RT masuk ke dalam zona merah Covid-19 dan 21 RT masuk zona oranye Covid-19.

“Hal ini membuktikan bahwa kondisi krisis masih sering terjadi meskipun PPKM mikro telah diterapkan secara ketat. Sehingga, penerapan protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan masyarakat harus semakin ditingkatkan. Selain itu, partisipasi warga di tingkat RT/RW untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 melalui Jaga Warga harus senantiasa diperkuat,” kata Sultan.

Sultan juga berpesan bagi warga DIY yang kini sedang berada di luar wilayah DIY untuk tidak pulang kampung ke DIY. Bagi warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak di luar rumah, saya harap tetap di rumah saja dan menunda bepergian.

Di samping itu, guna mengurangi potensi kerumunan, saya berharap masyarakat untuk tidak melakukan takbiran keliling. “Menyerukan keagungan nama-nya dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama dengan orang-orang dan keluarga terkasih. Sebab esensi dari hari kemenangan adalah tergapainya fitrah, bukan sekadar selebrasi semata,” tutur Sultan.

“Saya memahami, tak ada yang bisa mengobati kerinduan kepada sanak saudara, selain bertatap muka dan berjabat tangan langsung dengan mereka. Namun kiranya, dalam situasi saat ini, kita akan lebih menjaga mereka dengan melepas rindu dalam jarak, memeluk dan memaafkan mereka dalam lapangnya jiwa, demi mengurangi potensi risiko paparan Covid-19,” ujarnya.