Kasus Sate Beracun: Pengakuan Warga soal Sosok Polisi Tomi

Nani Aprilliani Nurjaman, 25, tersangka kasus sate beracun-Harian Jogja - Jumali
06 Mei 2021 18:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Warga Perumahan Villa Bukit Asri, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul memastikan sosok Tomi, yang menjadi sasaran sate beracun kiriman Nani Aprilliani Nurjaman adalah orang yang baik.

Ketua RT 12 Perumahan Villa Bukit Asri, Mujahid, Kamis (6/5/2021) mengatakan Tomi telah tinggal di perumahan tersebut sejak 4 tahun lalu.

"Di sini sekitar 4 tahun. Dan tinggal disini sama istri," kata Mujahid.

BACA JUGA: Indonesia Masih Resesi, Kemenkeu Anggap Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain

Selain itu, Mujahid juga menyatakan jika Tomi telah memiliki anak yang masih balita. Dan, anaknya lahir saat Tomi dan istri sudah tinggal di perumahan tersebut.

"Anaknya masih belajar jalan sepertinya," terang Mujahid.

Mujahid sendiri mengaku kaget saat ada kabar jika Tomi menjadi target satai beracun dari Nani Aprilliani Nurjaman.

Ia hanya mengetahui kasus ini dari media massa. Sebab, selama ini tidak ada pembahasan kasus ini di grup WhatsApp warga perumahan.

Mujahid menyatakan selama 4 tahun tinggal di perumahan, Tomi dinilai sebagai warga yang baik. Tidak ada hal aneh diperlihatkan oleh Tomi.

"Dan, kami tahunya dia polisi," tandas Mujahid.

Ketika disinggung terkait isu nikah siri, Mujahid tak pernah mendengarnya. "Mungkin karena mayoritas penghuni perumahan sibuk," paparnya.

Kepastian Tomi adalah anggota di Satreskrim Polresta Jogja diungkapkan oleh Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro.

"Betul [anggota Satreskrim]," kata Purwadi, Senin (3/5/2021) lalu melalui pesan singkat WhatsApp.

Tapi Purwadi tak menjelaskan secara detail soal posisi dan jabatan Tomi. Purwadi hanya memastikan Tomi adalah orang yang baik.

"Kurang paham posisinya. Sosoknya baik," tandas Kapolresta Jogja itu.