Sambut Hari Lansia, Yakkum Gelar Bakti Sosial Terapi Kinesio

Sejumlah lansia mendapat terapi kinesio, di GKJ Minomartani, Rabu (5/5/2021). - Harian Jogja/ Lugas Subarkah.
06 Mei 2021 08:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, NGAGLIK--Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional 2021 dan mendukung kesehatan masyarakat lansia di masa pandemi covid-19, Pusat Rehabilitasi YAKKUM bersama GKJ Minomartani, Kapanewon Ngaglik menggelar bakti sosial terapi kinesio, Rabu (5/5/2021).

Ketua Tim Kinesio Terapi Yogyakarta, Sigit Triyono, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 40 warga lansia GKJ Minomartani. Bakti Sosial Kinesio Terapi adalah salah satu bentuk komitmen dan dukungan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM terhadap masyarakat lansia yang termasuk kaum rentan yang paling banyak mengalami permasalahan pada otot, sendi dan tulang.

“Kami berharap melalui Baksos ini, Bapak/Ibu lansia dapat terbebas dari permasalahan pergerakan yang disebabkan oleh masalah otot, tulang, dan sendi sehingga mereka menjadi lebih produktif dan bisa bergerak tanpa hambatan di kegiatan sehari-hari,” ujarnya.

BACA JUGA : Vaksinasi Lansia di Jogja Belum Maksimal, Ini Kendalanya

Dukungan dan komitmen yang kuat dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui Layanan Kinesio Terapi sudah dimulai sejak tahun 2016 dan mampu mendorong banyak perubahan baik terhadap fungsi otot, sendi dan tulang yang dialami oleh pasien.

Kegiatan ini menjadi serial bakti sosial dalam memperingati Hari Lanjut Usia Nasional 2021 yang jatuh pada 29 Mei mendatang. Rangkaian kegiatan akan dilakukan di tiga Gereja di wilayah Kabupaten Sleman dengan target 180 orang lansia.

Terapis Kinesio Terapi Yogyakarta, Suryati, mengatakan Kinesio terapi dilakukan dengan pengecekan medis dulu. “Alat pendukungnya hampir sama dengan fisioterapi seperti Ultrasound, Tens, Kinesio tape, T bar bad khusus terapi dan oil khusus,” ujarnya.

Terapi yang dilakukan fokus pada permasalahan yang dialami  tidak  sama seperti pijat yang seluruh  tubuh disentuh. Bakti sosial di GKJ Minomartani berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis (5-6/5), mulai pukul 09.00 WIB-13.00 WIB.

Untuk menghindari kerumunan, peserta yang datang sudah diberi jadwal masing-masing, sehingga dalam setiap jam terapi hanya dilakukan pada lima orang. protokol kesehatan juga diterapkan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak antar peserta.