Tak Ditutup, Operasional Wisata Gunungkidul Ditentukan Peta Zonasi

Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
06 Mei 2021 14:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan tempat-tempat wisata tetap dibuka pada saat libur Lebaran. Meski demikian, untuk operasional sangat bergantung pada peta zonasi kerawanan Covid-19.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, tidak ada rencana menutup kawasan wisata saat libur Lebaran. Menurut dia, setiap destinasi bisa tetap beroperasi asalkan kawasan tersebut masuk zona hijau dalam pemetaan kerawanan penyebaran Covid-19.

“Kalau tidak ada masalah dan zonanya tetap hijau, maka bisa tetap buka,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Menurut dia, kondisi berbeda apabila kawasan wisata ini masuk dalam zona orange atau merah, maka keberadan destinasi harus ditutup. “Pengawasan akan terus dilakukan secara ketat. Yang jelas, saat zonanya masih hijau maka wisata boleh buka, tapi kalau zonanya masuk oranye maka harus ditutup,” katanya.

Sunaryanta menuturkan, untuk persiapan libur Lebaran sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari personel TNI maupun anggota kepolisian. “Imbauan saya tetap ikuti anjuran dari pemerintah untuk tidak mudik. Upaya memperkuat tali silahturahmi saat lebaran tidak harus bertemu secara langsung karena bisa memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga semuanya bisa aman dan sehat,” katanya.

Baca juga: Indonesia Diminta Lupakan Herd Immunity, Ini Alasannya

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, pemkab sudah membuat keputusan tidak menutup kawasan wisata saat lebaran.

Meski demikian, operasional destinasi wisata tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Pasalnya, pemkab sudah menetapkan pembukaan berdasarkan peta zonasi kerawanan Covid-19.

Menurut dia, pada saat zonasi masih berwarna hijau maka tidak ada masalah kegiatan pariwisata tetap berjalan. Namun, pada saat zona masuk kategori oranye atau merah, maka segala aktivitas harus ditutup.

“Kami mengacu pada pelaksanaan PPKM berskala mikro. Rencananya, peta zonasi dilakukan update secara berkala,” katanya.

Patuh Protokol

Dewi berharap kepada seluruh masyarakat maupun pengunjung di kawasan wisata untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Cara ini dinilai paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab, kalau abai maka potensi tertular semakin besar,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukomon mengatakan, sejak minggu lalu sudah menggelar rapat koordinasi untuk pelaksanaan libur Lebaran. Salah satu pembahasan untuk memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan di area wisata. “Koordinasi akan terus dilakukan. Rencananya ada 359 personel mulai dari unsus TNI, Polri, tenaga kesehatan, anggota SAR Satlinmas, Pol PP hingga pegawai dinas pariwisata akan diterunkan untuk pengawasan di kawasan wisata,” katanya.