Hilang 3 Hari, Warga Karangmojo Ditemukan Tewas Kecelakaan di Rongkop
Warga Karangmojo yang hilang tiga hari ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Rongkop, Gunungkidul, Senin (12/10/2026).
Ilustrasi pemeriksaan terhadap kendaraan luar DIY di pintu masuk di Kapanewon Patuk./Ist-dok Dishub Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 25 kendaraan luar DIY dihentikan dalam pos penyekatan Hargodumilah di Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Meski demikian, tidak ada pengendara yang disuruh putar balik karena penumpang merupakan warga DIY.
Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Patuk Ipda Paryadi mengatakan hingga Kamis (6/5/2021) siang ada 25 kendaraan yang diperiksa karena berpelat luar DIY. Pemeriksaan tidak hanya menyangkut kelengkapan surat, namun juga identitas pengedara.
BACA JUGA: Ketahuan! Polisi Periksa Bak Truk, Ternyata Pemudik Sembunyi di Antara Tumpukan Sayur
Meski kendaraan yang digunakan berasal dari luar daerah, penumpangnya merupakan warga di wilayah DIY. Oleh karenanya, seluruh kendaraan yang diperiksa diperbolehkan masuk ke Gunungkidul.
“Belum ada kendaraan yang diminta putar balik karena pengendara beserta penumpang merupakan warga dari wilayah DIY,” katanya.
Paryadi mengungkapkan penyekatan sempat dilakukan pada tengah malam. Polisi mendapati sebuah bus anta kota antarprovinsi (AKAP) yang melintas. Namun demikian, pada saat diperiksa tidak ada penumpang di dalamnya. “Kami akan terus lakukan pemeriksaan dan dilakukan secara acak selama 24 jam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Karangmojo yang hilang tiga hari ditemukan tewas setelah kecelakaan tunggal di Rongkop, Gunungkidul, Senin (12/10/2026).
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.
DP3 Sleman meminta petani menyesuaikan komoditas dan varietas tanaman dengan ketersediaan air untuk mengantisipasi kemarau panjang hingga Oktober 2026.