Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Sopir Truk Demo di Balai Getas Gunungkidul

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
10 Mei 2021 16:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan sopir dump truck berdemonstrasi di Balai Kalurahan Getas, Playen, Senin (10/5/2021). Mereka menuntut pembayaran pembangunan jalan dan talut lapangan yang dikerjakan di Desember 2020.

Koordinator aksi yang juga penggarap proyek urug dan talut Lapangan Getas, Gayul, mengatakan ada sekitar 20 sopir truk yang unjuk rasa di Balai Kalurahan Getas. Mereka merasa kecewa, karena janji pembayaran proyek tak kunjung dibayar hingga sekarang. “Janjinya akan diselesaikan 20 Maret lalu. Tapi, hingga sekarang tak kunjung dipenuhi,” kata Gayul kepada wartawan, Senin.

BACA JUGA: Ratusan Pemudik Masuk Jogja, Langsung Isolasi Mandiri

Permasalahan ini muncul saat ada proyek jalan sepanjang 232 meter dengan lebar empat meter. Selain itu, ada juga kegiatan pengurukan talut di lapangan. Diperkirakan program ini menelan anggaran sekitar 232 juta. “Kira-kira segitu [Rp232 juta]. Untuk materialnya saja habis Rp180 juta,” katanya.

Gayul berharap pemerintah kalurahan bisa membayar sesuai dengan janji saat awal pengerjaan. Menurut dia, tuntutan dari para sopir sangat mendasar karena sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan. “Kami tinggal menunggu pembayaran karena hingga sekarang belum juga dibayar. Apalagi ini, sudah mendekati lebaran,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Sulistyo, sopir lainnya. Ia merasa jengkel karena pengerjaan menyediakan tanah uruk sudah diselesaikan, tapi pembayarannya belum diberikan hingga sekarang. “Kami butuh kepastian untuk pembayarannya,” kata Sulis.

Menurut dia, pemerintah kalurahan seharusnya menepati janji sesuai dengan kesepakatan. “Saya sempat curiga karena janji pembayaran dilaksanakan Maret [2021]. Berhubung para sopir sanggup, maka saya juga ikut mengiyakan untuk menyediakan material yang dibutuhkan,” katanya.

BACA JUGA: Disnaker Sleman Terima 44 Aduan THR

Ia meminta kalurahan tidak main mata. Apabila memang ada peyelewengan, Lurah Getas diminta segera melaporkan tindakan ini ke penegak hukum. “Para penyuplai bahan bangunan dan pekerja belum mendapatkan mendapatkan haknya,” katanya.

Lurah Getas, Pamuji saat dikonfirmasi mengatakan, dana untuk pembangunan sudah dicairkan dan diserahkan ke bendahara. Meski demikian, ia tidak mengetahui secara pasti uang tersebut. “Yang bawa bendahara. Yang jelas, pencairan sudah sesuai dengan prosedur,” katanya.