Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Warga dan wisatawan berebut beragam sesaiji yang terdapat pada gunungan dalam upacara tradisi Garebeg Sawaltahun Dal 1951 di halaman Masjid Gedhe Kauman, Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Jumat (15/062/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk meminimalkan penyebaran Covid-19, Kraton Jogja tidak akan menyelenggarakan Hajad Dalem Garebeg Syawal yang sedianya digelar 1 Syawal Jimakir 1954 atau Kamis, 13 Mei 2021 untuk tahun ini. Rangkaian kegiatan peringatan Idulfitri 1442 Hijriah lain seperti Hajad Dalem Ngabekten juga ditiadakan.
“Saya enggak mau melakukan [kegiatan] yang sekiranya berkerumun. Garebeg dan sebagainya kami tunda. Saya harap masyarakat berbuat yang sama,” kata Raja Kraton Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Selasa (11/5/2021).
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Muncul Klaster Baru Covid-19 di Kulonprogo, 40 Orang Positif Covid-19
Menurut Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Kraton Jogja, Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono, meski rangkaian acara Garebeg dan lainnya ditiadakan, Kraton Jogja tetap melakukan penyesuaian pembagian rengginang secara terbatas untuk kalangan internal keraton. “Rengginang ini juga akan dibagikan ke dua tempat yang berbeda sebagaimana Garebeg pada umumnya, yakni Puro Pakualaman dan Kepatihan,” kata Gusti Kirono, sapaan akrabnya, Selasa.
Walaupun arak-arakan gunungan dan prajurit pada Garebeg Syawal tidak diadakan, makna Garebeg tidaklah hilang. “Meski tidak ada prosesi arak-arakan prajurit dan gunungan, Garebeg tetap tidak kehilangan esensinya, yakni perwujudan rasa syukur dari raja atas melimpahnya hasil Bumi, yang dibagikan untuk rakyatnya,” kata putri kedua Sri Sultan HB X ini.
Selain meniadakan Garebeg, kegiatan wisata Kraton Jogja juga tutup dua hari yaitu 13-14 Mei 2021. Segala kegiatan pementasan paket wisata di Kraton Jogja juga libur untuk waktu yang belum ditentukan.
Kraton Jogja melalui Tepas Tandha Yekti menghadirkan konten seputar kraton di media sosial dan Youtube Kraton Jogja. Selain itu, saat ini Kraton Jogja melalui Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya tengah menggelar pameran temporer bertema Bojakrama: Jamuan Kenegaraan Kraton Jogja secara daring dan luring. Pameran berlangsung dari 2 April 2021 sampai 30 Juni 2021.
Sebagai salah satu rangkaiannya, akan ada Workshop Jamuan Minum Teh Ala Kraton Jogja memperingati Hari Teh Dunia tanggal 21 Mei 2021. Dalam acara ini, akan digelar pula pentas musik persembahan Abdi Dalem Musikan KHP Kridhomardowo, sebagaimana jamuan kenegaraan kraton zaman dahulu yang diiringi irama Korps Musikan.
Selama pandemi, Kraton Jogja telah meayangkan beberapa konten budaya secara daring seperti Pentas Musikan 6 Jam di Jogja memperingati Serangan Umum 1 Maret, Webinar Peringatan Hari Kartini: Relevansi Emansipasi Kartini Hingga Saat Ini, Uyon-uyon Hadiluhung, dan Pentas Wayang Wong Lakon Pandawa Mahabhiseka.
Selain untuk sarana edukasi virtual mengenai Kraton, harapannya konten ini juga bisa menjadi referensi kegiatan dan sajian budaya untuk masyarakat sembari tetap berada di rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.