Cegah Penularan Covid-19, PTM Pasca-Lebaran Diliburkan Dua Pekan

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
16 Mei 2021 12:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sembilan sekolah percontohan akan diliburkan selama dua pekan pascalebaran Idulfitri 1442 Hijriah. Keputusan meliburkan dua pekan untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 bagi siswa selama libur lebaran.

“Kami tunggu kira-kira melihat perkembangan secara umum Covid-19 itu sendiri, apakah anak-anak di rumah mereka berwisata itu terjadi [penularan Covid-19], jangan sampai di bawa ke sekolah dan menimbulkan klaster terbaru, libur sekitar dua minggunan,” kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, Minggu (16/5/2021).

BACA JUGA : Begini Suasana Uji Coba PTM di Kota Jogja

Menurut Didik, idealnya PTM digelar kembali sepekan setelah lebaran. Namun karena libur lebaran ini kemungkinan banyak pemudik di keluarga siswa. Selain itu keluarga siswa juga dimungkinkan menggelar wisata selama libur lebaran, sehingga pihaknya perlu melihat perkembangan penularan Covid-19 di masyarakat khususnya di keluarga siswa yang mengikuti PTM.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di masing-masing sekolah yang menggelar PTM akan terus memantau kesehatan para siswanya. Jika ada siswa yang kurang sehat atau bahkan terpapar Covid-19 diminta untuk tidak berangkat ke sekolah dan sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Sekolah akan mendata kesehatan siswa, setelah benar-benar aman baru dibolehkan kembali untuk mengikuti PTM,” ujar Didik.

Lebih lanjut Didik mengatakan evaluasi dua pekan pascalebaran dirasa cukup untuk mengetahui perkembangan penularan Covid-19 di masyarakat. Setelah situasi dan kondisi normal atau tidak ada penularan Covid-19 di keluarga siswa, maka PTM akan diumumkan untuk dimulai kembali.

BACA JUGA : PTM di Sleman Bakal Serentak Saat Tahun Ajaran Baru 

Sebagaimana diketahui sembilan sekolah yang menggelar PTM adalah MAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.

Sembilan sekolah tersebut diakui Didik selama ini PTM berjalan lancar. Tidak ada penularan Covid-19 seperti yang dikhawatirkan selama ini. Bahkan dengan keberhasilan uji percontohan PTM tersebut membuat sekolah lainnya ingin mengikuti PTM.

Dari hasil pendataan ada delapan sekolah tingkat SMA/SMK negeri dan swasta sudah mengajukan untuk menggelar PTM karena sudah menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Namun ada beberapa sekolah yang gurunya belum sepenuhnya mendapatkan vaksinasi tahap kedua sehingga kemungkinan belum bisa dilaksanakan PTM.

BACA JUGA : Sepuluh SD dan SMP Kota Jogja Gelar Uji Coba PTM Akhir

“Karena syarat untuk menggelar PTM adalah semua gurunya harus selesai menjalani vaksinasi kedua,” ucap Didik.

Namun demikian banyak juga sekolah yang sudah menyatakan tetap menggelar PJJ pada smester kedua nanti dan pihaknya tidak mempersoalkan karena PTM harus benar-benar dipersiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan termasuk vaksinasi guru. Sampai saat ini vaksinasi guru dan tenaga kependidikan baru mencapai sekitar 60% dari total 16.692 orang. Dia berharap vaksinasi guru selesai pada Juni mendatang sehingga tahun ajaran baru atau Juli mendatang bisa PTM.