Begini Suasana Uji Coba PTM di Kota Jogja

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4). Harian Jogja - Sirojul Khafid.
20 April 2021 05:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, GEDONGTENGEN -- Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jogja terpantau lancar. Saat peserta didik masuk pukul 08.00 WIB, tidak terlihat adanya kerumunan. Sebelum memasuki sekolah, peserta didik juga mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, cek suhu, serta menyerahkan laporan screening dan persetujuan orang tua.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Jogja, Suhartati melihat persiapan di SMKN 1 Jogja telah sesuai standar yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY.

BACA JUGA : PTM di Bantul, Meja Kursi Siswa Makin

"Pelaksanaan sudah sesuai dengan standar," kata Suhartati saat ditemui di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4).

"Berharap nanti menjadi percontohan betul, nantinya sistem ini dipakai untuk SMK yang lain juga nanti saatnya sudah mulai tatap muka."

Percobaan PTM akan berlangsung selama dua pekan. Apabila lancar, maka Bulan Juli 2021 seluruh Sekolah Lanjutan Tingkat Atas akan membuka untuk PTM. Namun apabila ada kekurangan, akan ada evaluasi sebelum PTM berlaku untuk seluruh SLTA. Suhartati meminta kepala sekolah untuk terus mengawasi peserta didik dan guru. Saat ada yang bergejala, maka harus segera ditangani.

"Misal ada guru atau murid yang merasa tidak enak badan, harus di off kan, tidak usah masuk. Meski belum ada keputusan positif atau tidak positif. Isolasi mandiri dulu sampai badan fit lagi," kata Suhartati.

Pada dasarnya kesehatan dan keselamatan menjadi yang utama. PTM juga berlangsung secara bertahap, tidak tergesa-gesa. Suhartati tidak ingin ada klaster baru saat PTM apabila persiapan atau pelaksanaan belum maksimal.

PTM di SMKN 1 Jogja selama pandemi bukan hal baru. Menurut Kepala SMKN 1 Jogja, Elyas, sebelumnya mereka telah selenggarakan PTM pada Oktober 2020. Namun saat baru sebulan berjalan, ada peraturan pusat yang kemudian membuat PTM kembali terhenti. Sebelumnya, pembelajaran tatap muka diperbolehkan untuk kegiatan praktik.

"SMK untuk praktik atau Uji Kompetensi Keahlian sebelumnya boleh, dengan prokes ketat. Secara umum [kami] sudah sangat siap. Guru dan karyawan sudah divaksin yang dosis kedua. Secara tahapan mungkin semakin percaya diri," kata Elyas.

BACA JUGA : PTM Hari Pertama di SMKN 1 Jogja Terpantau Lancar

Dari seluruh angkatan di SMKN 1 Jogja, hanya kelas 10 yang datang ke sekolah. Dari total peseta didik SMKN 1 Jogja sekitar 600 anak, kelas 10 sekitar 210. Sementara peserta didik kelas 11 sedang mengerjakan tuhas akhir, sehingga tidak ke sekolah. Di sisi lain, anak kelas 12 sudah selesai ujian beberapa waktu lalu.

Seluruh peserta didik kelas 10 akan terbagi dalam 12 kelas, dengan masing-masing kelas maksimal terisi 18 anak. "Masuknya juga dibedakan, ada yang pukul 07.00 WIB ada yang pukul 08.00 WIB. Sekali masuk 100 anak. Maksimal pembelajaran empat jam enggak sampai. Enggak ada istirahat, nanti langsung pulang," kata Elyas.

Saat berangkat atau pulang, orang tua tidak boleh masuk ke dalam sekolah. Pengantaran atau penjemputan anak menggunakan sistem mirip drive thru. Hal ini guna menghindari kerumunan.

Orangtua Setuju

Sejauh ini, orang tua peserta didik yang setuju anaknya pergi sekolah sebanyak 97 persen. Persentase ini meningkat dari PTM sebelumnya yang berada di angka 50 persen. Elyas menjelaskan bahwa orang tua yang belum mengizinkan anaknya ke sekolah bisa jadi karena sakit dan lainnya. Untuk peserta didik yang belum PTM, phak sekolah masih menyediakan pembelajaran secara daring.

Menurut Ketua Satgas Covid-19 SMKN 1 Jogja, Sudaryono, seluruh peserta didik yang datang lolos dari pengecekan. "Kebetulan hari ini lolos semua, tidak ada gejala dan suhu tubuhnya tidak ada yang lebih dari 37,3 derajat celcius. Yang datang sudah bawa surat izin dari orang tua," kata Sudaryono.

BACA JUGA : Gantikan SMAN 9 Jogja, Percontohan PTM SMAN 6 Ditunda

Salah satu peserta didik SMKN 1 Jogja, Salsa Fatika Dewi Anjani, 16, merasa senang bisa melaksanakan PTM. "Seneng banget, yang ditunggu-tunggu. Di Bulan Ramadan [gini] biasanya kegiatannya tidur," kata Salsa yang saat ini kelas 10.

Meskipun ini baru kali kedua Salsa melaksanakan PTM, sebelumnya dia sudah berkenalan dengan teman-temannya melalui WhatsApp Grup dan Instagram. Selama pembelajaran daring, tidak jarang Salsa kesulitan dalam menerima pelajaran, terutama yang sifatnya teknis. Dalam bertanya dengan guru juga tidak bisa leluasa.

"Semoga [ke depan belajar] tatap muka terus, biar tanya sama guru enak," kata Salsa.