62.403 Pelayan Publik di Bantul Telah Divaksin

Ilustrasi. - Freepik
20 Mei 2021 09:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Vaksinasi kepada pelayan publik di tahap kedua telah menyasar sejumlah tenaga kependidikan. Tidak hanya guru sekolah berbagai jenjang, vaksinasi juga telah merambah ke tenaga pendidikan di perguruan tinggi.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul yang merupakan Juru Bicara Pengelolaan Vaksin Covid-19 Bantul, Abednego Dani Nugroho menyebutkan dari 62.403 orang pelayan publik yang tervaksin, didalamnya juga mencakup tenaga pendidikan di perguruan tinggi. Vaksinasi kepada tenaga pendidik di perguruan tinggi sudah diselenggarakan beberapa waktu lalu berdasarkan data yang diajukan pihak kampus.

BACA JUGA : Vaksin Bagi Petugas Pelayan Publik di Kota Jogja Masih

"Itu tadi yang sata sebut di pelayan publik termasuk semua guru yang ada di ranah Disdikpora Bantul," katanya Rabu (19/5/2021).

"Guru yang ada di ranah Disdikpora Bantul itu PAUD, TK, SD, dan SMP. Sekarang kita mau kebut lagi dengan sarasaran perguruan tinggi," imbuhnya.

Abed menuturkan saat ini vaksinasi perguruan tinggi telah dimulai di tiga universitas. Ketersediaan vaksin membuat semua kampus tervaksinasi. "Kalau ada vaksin datang lagi, kita kebut lagi untuk di universitas lain," terangnya.

"Tapi yang harus dipahami prioritas tinggi ada pada lansia. Jadi lansia mendapat porsi yang besar, baru kemudian dosen," tambahnya.

Sistem pendataan manual diterapkan yang mana perguruan tinggi memasukkan data tenaga pendidik calon sasaran vaksinasi ke Sekretaris Daerah Bantul. "Itu sebenarnya di prioritaskan kepada tenaga pendidik. Tapi kita tidak mengetahui apakah itu semuanya tenaga pendidik atau mungkin karyawan di situ. Yang penting tenaga pendidik," jelasnya.

BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 untuk Pelayan Publik Telah Dimulai 

Berdasarkan data pada Senin (17/5), disebutkan Abed setidaknya ada sekitar 1900 tenaga pendidik dari jenjang perguruan tinggi yang terdaftar di Kabupaten Bantul. "1900 ini masih on going, kemarin yang kita vaksin itu ada sekitar 900 orang. Tidak hanya dosen, tapi tenaga pendidik seperti pegawai administrasi dan sebagainya. Ini masih terus berjalan karena ini masih di tahap dua itu," tuturnya.

Dari kalangan guru SD dan SMP vaksinasi sudah hampir selesai. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko menyampaikan bahwa guna akselerasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) salah satunya vaksinasi guru dan tendik. Disebutkan Isdarmoko untuk vaksinasi injeksi pertama hampir semua guru selesai tervaksinasi.

"Ini kan kami ada sekitar 15.000 lebih guru dan tendik, karena proses terus berjalan. Untuk yang SD sudah selesai semua yang TK dan PAUD ada yang beberapa yang belum tetapi sebagian besar sudah. Kemudian yang SMP juga sudah. Nah ini mau yang tahap kedua, tapi sudah ada yang tahap dua," katanya.