Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Petugas SAR menolong pengunjung yang terengat ubur-ubur di kawasan Pantai Selatan Gunungkidul. Rabu (19/5/2021)./Istimewa-SAR Satlinmas Wilayah II DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengunjung di kawasan pantai selatan Gunungkidul harus berhati-hati terhadap potensi sengatan ubur-ubur. Sudah belasan pengunjung menjadi korban.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto, mengatakan ubur-ubur atau sering disebut impes oleh warga lokal ini sudah mulai terlihat di kawasan pantai sejak Minggu (16/5/2021). Anggota SAR pun langsung mengcek ke laut untuk melihat potensi ancaman hewan laut ini terhadap keselamatan pengunjg.
BACA JUGA: Gerakan Lagu Indonesia Raya Dimulai di Jogja, Masyarakat Diminta Tak Terbebani
“Sudah kami cek dan pengunjung diimbau terhadap ancaman sengatan dari ubur-ubur,” kata Suris kepada wartawan, Kamis (20/5/2021).
Menurut dia, sudah ada belasan pengunjung yang tersengat. Korban pertama adalah pengunjung yang sedang bermain di Pantai Krakal. “Selanutnya ada laporan dari Pantai Pulangsawal atau Indrayanti, Drini, dan Kukup,” katanya.
Menurut dia, pengunjung harus waspada karena bentuk ubur-ubur seperti seperti balon dengan warna kebiru-biruan. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh. Namun jika tidak kuat, korban bisa sesak napas.
“Bentuk ini bisa menarik pengunjung, khususnya anak-anak. Tetapi, jangan dipegang karena bisa menyengat dann menimbulkan efek gatal-gatal hingga kepanasan,” katanya.
Menurut Suris, ubur-ubur biasanya muncul mulai Juni hingga September. Kawanan ini bermigrasi untuk mencari tempat yang hangat karena kondisi air laut sedang dingin.
Dia mengaku sudah menyiapkan alkohol dan air cuka sebagai penawar. “Nanti tinggal disemprotkan di bagian yang tersengat. Tapi, kami juga persiapkan armada untuk merujuk ke rumah sakit apabila kondisi korban semakin parah,” katanya.
BACA JUGA: Duh...Pak Dukuh di Gunungkidul Bogem Istri Sampai Babak Belur
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan anggota SAR berupaya menyapu ubur-ubur yang mendarat di pantai. “Tapi, untuk pengamanan juga butuh partisipasi dari pengunjung untuk terus berhati-hati,” katanya.
Ia menambahkan, dari gugusan pantai di pesisir Gunungkidul, hanya Pantai Baron yang aman dari ancaman ubur-ubur. Sebab, di pantai tersebut terdapat sumber air tawar yang menjadi penghalang untuk masuk ke kawasan ini. “Meski demikian kami tetap meminta waspada karena kalau tidak hati-hati bisa menjadi korban kecelakaan laut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.