Sudah Bertahun-tahun, Sekolah di Bantul Putar Indonesia Raya Sebelum Pelajaran

Bendera Indonesia. - Freepik
22 Mei 2021 09:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Bantul telah mengikuti instruksi pemutaran lagu Indonesia Raya. Sekolah bahkan lebih dahulu terapkan aturan ini bebetapa tahun silam.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko menjelaskan dalam pendidikan karakter, sekolah-sekolah di Bantul sudah memutar lagu Indonesia Raya setiap akan memulai pelajaran. "Sudah dilaksanakan setiap awal pelajaran. Jadi kalau ini ada Gema Indonesia Raya kemudian dilaksanakan pukul 10.00 WIB ini menjadi hal yang baru," tuturnya Jumat (21/5/2021).

Dijelaskan Isdarmoko pemutaran lagu Indonesia Raya merujuk pada Permendikbud No.23/2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Terkait ada edaran dari Gubernur DIY, Isdarmoko masih berkoordinasi dengan Pemkab Bantul apakah pemutaran di sekolah turut digeser dari yang mulanya pagi sebelum mulai pembelajaran ke pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Kader PDIP: Eks Menkes Terawan Disingkirkan Mafia Vaksin Covid-19

"Ini saya tadi baru saja sengan Asisten Sekretaris Daerah, kemungkinan pemutaran tidak pukul 10.00 WIB, karena jam itu jam-jam nanggung. Kemungkinan nanti kita di Bantul diawali pagi sebelum pelajaran. Jadi bel masuk itu nanti dimulai dengan Indonesia Raya, kayaknya seperti itu, saya belum mengatakan ini pasti," tambahnya.

Dari segi sarana prasarana, sekolah jelas siap untuk melaksanakan aturan tersebut. Sementara untuk Kantor Disdikpora, disebutkan Isdarmoko, pemutaran lagu Indonesia Raya telah dilakukan sejak dua hari lalu. "Sudah di kantor kami, OPD di Bantul sudah melaksanakan. Dua hari ini," terangnya.

Secara pribadi, Isdarmoko sangat mendukung adanya kebijakan ini. "Saya kira juga bagus karena belum semuanya ASN itu hafal lagu Indonesia Raya. Padahal itu kan untuk menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme. Sehingga perlu dipupuk rasa kebangsaan ini, salah satunya dengan kebijakan ini. Jangan sampai pegawai negeri tidak hafal Pancasila, lagu Indonesia Raya itu kan memalukan karena sebagai panutan," pungkasnya.