Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Foto sekuen fase gerhana bulan total terlihat di Padang, Sumatra Barat,beberapa waktu lalu./Antara- Iggoy el Fitra
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi gerhana Bulan total pada Rabu (26/5/2021) petang. Peristiwa langka ini akan memperlihatkan gerhana Bulan yang lebih besar dari biasanya karena bertepatan dengan perigee.
Kepala Stageof BMKG Yogyakarta, Ikhsan Pramudya, menjelaskan gerhana Bulan total terjadi ketika terhalangnya sinar Matahari oleh Bumi, disebabkan oleh dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan. “Terjadi 195 tahun sekali,” ujarnya, Senin (24/5/2021).
BACA JUGA: Puluhan Warga Kembangan Kutu Bambanglipuro Positif Covid-19, Ini Sumber Penularannya
Bertepatan dengan perigee, gerhana Bulan total akan terlihat lebih besar. Ia menjelaskan Super Blood Moon akan terjadi dalam dua fase yang berlangsung selama lima jam lima menit. Dimulai pada pukul 15.46 WIB dan berakhir pada 20.51 WIB, dengan puncak gerhana yang terjadi pada 18.18 WIB.
Super Blood Moon teramati di hampir semua wilayah di Indonesia, termasuk DIY. Masyarakat bisa menyaksikannya dengan mata telanjang, tanpa bantuan kacamata khusus gerhana. “Tidak berbahaya pada kesehatan mata. Kalau gerhana Matahari mesti pakai kacamata khusus. Ini tidak perlu,” ungkapnya.
Fenomena ini memiliki dampak kepada Bumi, yakni meningkatnya pasang air laut. Hal ini disebabkan gravitasi Bulan pada saat mengalami gerhana lebih besar dari gravitasi Bumi, sehingga menarik lebih kuat air laut. Ia mengimbau masyarakat di pesisir agar lebih waspada karena air laut akan lebih tinggi dari biasanya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja: Permukiman Padat Jadi Penyebab Penyebaran Covid-19
Meski demikian, meningkatnya air laut ini belum membahayakan aktivitas nelayan. “Ketinggian enggak tahu pasti karena setiap pantai kelandaiannya berbeda-beda. Jadi kami tidak bisa prediksi berapa ketinggiannya. Namun yang jelas bisa lebih tinggi dari yang biasanya,” ungkapnya.
Stageof BMKG Yogyakarta akan mengamati Super Blood Moon yang disiarkan langsung melalui Youtube, dari rooftop Gedung Radar Stasiun Klimatologi Sleman. Pengamatan berlangsung pada 17.30 WIB sampai selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
GIIAS 2026 diprediksi mencatat pengunjung lebih banyak dari tahun lalu. Pameran menghadirkan lebih dari 65 merek dan 37 kendaraan baru.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.
Cuaca Jogja hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, didominasi berawan. Sleman berpotensi udara kabur dengan suhu DIY mencapai 33°C.