Advertisement

Mulai Rabu Sore, Super Blood Moon Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang di Seluruh DIY

Lugas Subarkah
Senin, 24 Mei 2021 - 18:17 WIB
Budi Cahyana
Mulai Rabu Sore, Super Blood Moon Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang di Seluruh DIY Foto sekuen fase gerhana bulan total terlihat di Padang, Sumatra Barat,beberapa waktu lalu. - Antara/ Iggoy el Fitra

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi gerhana Bulan total pada Rabu (26/5/2021) petang. Peristiwa langka ini akan memperlihatkan gerhana Bulan yang lebih besar dari biasanya karena bertepatan dengan perigee.

Kepala Stageof BMKG Yogyakarta, Ikhsan Pramudya, menjelaskan gerhana Bulan total terjadi ketika terhalangnya sinar Matahari oleh Bumi, disebabkan oleh dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan. “Terjadi 195 tahun sekali,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Puluhan Warga Kembangan Kutu Bambanglipuro Positif Covid-19, Ini Sumber Penularannya

Bertepatan dengan perigee, gerhana Bulan total akan terlihat lebih besar. Ia menjelaskan Super Blood Moon akan terjadi dalam dua fase yang berlangsung selama lima jam lima menit. Dimulai pada pukul 15.46 WIB dan berakhir pada 20.51 WIB, dengan puncak gerhana yang terjadi pada 18.18 WIB.

Super Blood Moon teramati di hampir semua wilayah di Indonesia, termasuk DIY. Masyarakat bisa menyaksikannya dengan mata telanjang, tanpa bantuan kacamata khusus gerhana. “Tidak berbahaya pada kesehatan mata. Kalau gerhana Matahari mesti pakai kacamata khusus. Ini tidak perlu,” ungkapnya.

Fenomena ini memiliki dampak kepada Bumi, yakni meningkatnya pasang air laut. Hal ini disebabkan gravitasi Bulan pada saat mengalami gerhana lebih besar dari gravitasi Bumi, sehingga menarik lebih kuat air laut. Ia mengimbau masyarakat di pesisir agar lebih waspada karena air laut akan lebih tinggi dari biasanya.

BACA JUGA: Pemkot Jogja: Permukiman Padat Jadi Penyebab Penyebaran Covid-19

Meski demikian, meningkatnya air laut ini belum membahayakan aktivitas nelayan. “Ketinggian enggak tahu pasti karena setiap pantai kelandaiannya berbeda-beda. Jadi kami tidak bisa prediksi berapa ketinggiannya. Namun yang jelas bisa lebih tinggi dari yang biasanya,” ungkapnya.

Advertisement

Stageof BMKG Yogyakarta akan mengamati Super Blood Moon yang disiarkan langsung melalui Youtube, dari rooftop Gedung Radar Stasiun Klimatologi Sleman. Pengamatan berlangsung pada 17.30 WIB sampai selesai.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Target Pendapatan Daerah Kabupaten Magelang 2023 Disepakati Rp2,4 Triliun

News
| Kamis, 01 Desember 2022, 07:57 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement