Jasadnya Ditemukan Mengapung, Yulius Komposer Lagu Gereja ke Solo untuk Persiapan Konser

Sejumlah kerabat melayat di rumah duka Yulius Panon Pratomo, di RT 05/RW 16, Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Selasa (25/5/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
25 Mei 2021 14:27 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Penemuan jasad manusia di sungai Bengawan Solo, Sidodadi, Masaran, Sragen, pada Senin (24/5/2021) siang terungakap. Jenazah merupakan komposer dari Sleman, Yulius Panon Pratomo, yang telah berangkat ke Solo pada Sabtu (22/5/2021) untuk mempersiapkan konser pada Minggu (23/5/2021).

Yulius tinggal di RT 05/RW 16, Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati bersama keluarganya, yakni istri dan dua orang anak. Ia dikabarkan hilang pada Minggu (23/5/2021) siang saat berada di Solo.

Ketua RT 05, Marsudi, mengatakan keberangkatan mendiang ke Solo untuk persiapan konser. “Beliau ke Solo katanya mau mempersiapkan untuk konser di minggunya tapi di gereja Solo saya kurang tahu di mana, tapi konser di hari minggu jadi persiapan ke sana. Sama grup kelompoknya. Kelompoknya rata-rata dari luar semua,” ujarnya, Selasa (25/5/2021).

Baca juga: Jasad di Bengawan Solo Sragen Ternyata Yulius Panon Pratomo, Komposer Musik Gereja Asal Jogja

Ia baru mendapat kabar mendiang menghilang pada Senin (24/5/2021) pagi, kemudian pada hari yang sama pukul 14.30 WIB ia mendengar kabar penemuan jasad yang kemungkinan itu adalah mendiang Yulius, namun belum pasti. “Jam 22.00 WIB tadi malam sudah dipastikan. Rencana dari pihak keluarga dibawa ke PUKY [Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta] untuk kremasi,” ungkapnya.

Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana mendiang meninggal. Marsudi pun kaget mendengar kabar duka ini. Menurutnya, mendiang selama setahun belakangan terlihat baik-baik saja, tidak ada masalah dan aktif dalam kegiatan dalam kegiatan sosial di kampung.

“Mas Yus baik, keluarga juga baik. Sering kegiatan, setiap dia kosong pasti terlibat baik di lingkungan kerja bakti dan sebagainya. Ketika dia itu ada pasti ikut. kemudian di lingkungan gereja juga aktif. Waktu dia mengajar latihan koor, organ, dan sebagainya. Hari sabtu kemarin konser terakhir di Gereja Warak,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mendiang Yulius dikabarkan hilang pada Minggu (23/5), saat berada di Solo. Pada hari berikutnya, ditemukan jasad manusia di sungai Bengawan Solo, Sidodadi, Masaran, Sragen. Setelah diidentifikasi, keluarga mengkonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Yulius.