CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul menargetkan penyaluran bantuan atau droping air bersih akan dimulai awal Juni. Untuk pelaksanaan, BPBD siap mengoperasikan enam armada tangki yang dimiliki.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, wilayah Gunungkidul sudah memasuki musim kemarau. Meski demikian, hingga Senin (24/5/2021) belum ada yang mengajukan permintaan air bersih. “Belum ada, tapi kami sudah merencanakan mulai awal Juni akan melakukan penyaluran air bersih ke masyarakat,” kata Edy, Senin.
Dia menjelaskan, untuk penyaluran sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta. Adapun penyaluran akan menggunakan enam armada tangki air yang dimiliki BPBD.
Disinggung mengenai wilayah yang jadi fokus penyaluran, Edy mengaku masih menunggu data potensi rawan kekeringan dari kapanewon. Rencananya pada Jumat (28/5/2021) digelar koordinasi dengan panewu di masing-masing kapanewon.
Diharapkan pada saat koordinasi, panewu sudah membawa data jumlah penduduk yang rawan kekeringan saat kemarau. “Datanya penting karena untuk pemetaan kekeringan di Gunungkidul. Oleh karenanya, data yang disajikan harus valid karena nantinya juga akan memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan droping di lapangan,” katanya.
Baca juga: Mulai Rabu Sore, Super Blood Moon Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang di Seluruh DIY
Edy menuturkan, secara umum daerah rawan kekeringan di Gunungkidul belum berubah mulai dari Kapanewon Girisubo, Rongkop, Tepus, Paliyan Purwosari hingga Panggang. Meski demikian, jumlah ini masih bisa bertambah pada saat memasuki puncak musim kemarau.
“Tahun lalu yang tidak ada penyaluran air bersih hanya di Kapanewon Wonosari, Karangmojo dan Playen. Sedangkan, 15 kapanewon lainnya ada program bantuan air bersih,” ungkapnya.
Upaya droping tidak hanya dilaksanakan oleh BPBD karena ada kapanewon juga memiliki anggaran penyaluran secara mandiri. Menurut dia, koordinasi sangat dibutuhkan untuk memastikan penyaluran bisa efektif dan tepat sasaran.
“Saya berharap pendataan segera diselesaikan dan bisa diserahkan saat koordinasi sehingga penyaluran sudah bisa dimulai di awal Juni. Untuk pelaksanaan akan difokuskan ke wilayah yang belum ada jaringan perpipaan baik dari PDAM maupn Spamdes maupun Spamdus,” katanya.
Rawan Air Bersih
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya mengatakan, wilayahnya masuk daerah rawan air bersih saat kemarau. Meski demikian, ia belum bisa memastikan berapa jumlah penduduk yang akan terdampak kekeringan. Dia berdalih, pada saat sekarang masih dalam proses pendataan.
“Masih didata dan minggu sudah selesai sehingga bisa diketahui berapa jumlah warga yang kekurangan air bersih,” katanya.
Meski demikian, sambung Arif, melihat pelaksanaan droping di tahun-tahun sebelumnya, seluruh kalurahan di Girisubo merupakan wilayah yang terdampak kekeringan. “Untuk droping selain melaksanakan sendiri, kami juga meminta bantuan ke BPBD Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Kasus korupsi pengurusan HGB menyoroti dugaan mafia tanah ATR BPN dan pentingnya pengawasan diskresi dalam pelayanan pertanahan.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.
PSIM Jogja menggelar gim internal untuk mengembalikan fisik dan ritme permainan jelang menghadapi Persija pada pekan keempat Super League 2026/2027.
Jacky Manuputty menjelaskan alasan absen dalam pelantikan Wantimpres di Istana Negara. Ia memastikan telah menyatakan kesediaannya.
Pilur serentak Bantul 2026 berjalan aman, lancar, dan damai. Bupati Abdul Halim Muslih meminta warga menjaga kerukunan dan menerima hasil dengan legowo