Advertisement
Lagi, Wisatawan Mengeluh Lesehan di Kawasan Malioboro Nuthuk Harga
Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Jagad sosial media dihebohkan dengan kritik wisatawan luar soal tingginya harga makanan di Malioboro. Dalam video singkat yang tersebar di media sosial, seorang wisatawan mengaku kesal dengan harga makanan di kawasan Malioboro yang dinilai selangit.
Dia mengaku mesti membayar Rp20.000 untuk lele dan Rp7.000 untuk nasi. Anehnya, dia juga diminta membayar Rp10.000 lagi saat meminta sambel dan lalapan. Wisatawan itu mengaku tidak tahu apakah harga tersebut berlaku di semua tempat atau hanya di satu lokasi itu saja.
Advertisement
Saat dikonfirmasi, Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro, Desio Hartonowati mengatakan bahwa pedagang yang disebut itu bukan merupakan anggotanya. Dia telah mengecek ke sejumlah pedagang yang menjadi anggota Paguyuban dan tidak ditemukan harga yang diluar batas normal.
"Itu bukan dari anggota kami. Dipastikan itu merupakan pedagang dari kawasan Jl Perwakilan yang tidak ada komunitas dan Paguyubannya," ujarnya, Rabu (26/5/2021).
BACA JUGA: Sleman Sediakan Anjungan Pencetak Adminduk Otomatis, Buka 24 Jam
Desio mengatakan, sebelum Lebaran dan libur panjang lalu pihaknya bersama UPT Malioboro juga sudah mengecek sejumlah pedagang. Tidak didapati harga yang tidak masuk akal dan semua terdokumentasi baik menu dan juga keterangan harga.
"Sebelum Lebaran kami juga sudah cek itu harga dari teman-teman dan yang paling tinggi itu Rp18.000 untuk pecal lele, itu sudah ada lalap sama sambelnya," ujarnya.
Pihaknya juga meminta kepada Pemkot Jogja agar menindak tegas persoalan itu. Sebab, yang selalu kena getahnya adalah keseluruhan pedagang di kawasan Malioboro. Padahal hanya satu atau dua oknum yang melakukan.
"Kami minta UPT dan pemerintah ada tindakan tegas karena kalau begini kami juga yang kena. Karena wisatawan ini kan saat menemukan harga tinggi di sekitaran jalan Malioboro misalnya, itu bilangnya pedagang di Malioboro padahal bukan. Kami selalu awasi anggota dan kami foto itu harga menu setiap menjelang libur Lebaran atau libur panjang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KAI Batalkan Sejumlah KA Selama Pemulihan Jalur Pascabanjir
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Ganti Rugi Tol Jogja-Kulonprogo Cair Rp12,56 Miliar di Argosari
- Libur Isra Miraj Dongkrak Wisata Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,2 Miliar
- Kasus PMK Ditemukan di Bantul, 14 Sapi Dilaporkan Terinfeksi
- Pemkab Gunungkidul Anggarkan Rp509 Juta untuk Percantik Kios Pedagang
- Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Terima 60.000 Benih Lele
Advertisement
Advertisement



