Lagi, Wisatawan Mengeluh Lesehan di Kawasan Malioboro Nuthuk Harga

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
26 Mei 2021 16:57 WIB Yosef Leon Pinsker Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Jagad sosial media dihebohkan dengan kritik wisatawan luar soal tingginya harga makanan di Malioboro. Dalam video singkat yang tersebar di media sosial, seorang wisatawan mengaku kesal dengan harga makanan di kawasan Malioboro yang dinilai selangit.

Dia mengaku mesti membayar Rp20.000 untuk lele dan Rp7.000 untuk nasi. Anehnya, dia juga diminta membayar Rp10.000 lagi saat meminta sambel dan lalapan. Wisatawan itu mengaku tidak tahu apakah harga tersebut berlaku di semua tempat atau hanya di satu lokasi itu saja.

Saat dikonfirmasi, Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro, Desio Hartonowati mengatakan bahwa pedagang yang disebut itu bukan merupakan anggotanya. Dia telah mengecek ke sejumlah pedagang yang menjadi anggota Paguyuban dan tidak ditemukan harga yang diluar batas normal.

"Itu bukan dari anggota kami. Dipastikan itu merupakan pedagang dari kawasan Jl Perwakilan yang tidak ada komunitas dan Paguyubannya," ujarnya, Rabu (26/5/2021).

BACA JUGA: Sleman Sediakan Anjungan Pencetak Adminduk Otomatis, Buka 24 Jam

Desio mengatakan, sebelum Lebaran dan libur panjang lalu pihaknya bersama UPT Malioboro juga sudah mengecek sejumlah pedagang. Tidak didapati harga yang tidak masuk akal dan semua terdokumentasi baik menu dan juga keterangan harga.

"Sebelum Lebaran kami juga sudah cek itu harga dari teman-teman dan yang paling tinggi itu Rp18.000 untuk pecal lele, itu sudah ada lalap sama sambelnya," ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada Pemkot Jogja agar menindak tegas persoalan itu. Sebab, yang selalu kena getahnya adalah keseluruhan pedagang di kawasan Malioboro. Padahal hanya satu atau dua oknum yang melakukan.

"Kami minta UPT dan pemerintah ada tindakan tegas karena kalau begini kami juga yang kena. Karena wisatawan ini kan saat menemukan harga tinggi di sekitaran jalan Malioboro misalnya, itu bilangnya pedagang di Malioboro padahal bukan. Kami selalu awasi anggota dan kami foto itu harga menu setiap menjelang libur Lebaran atau libur panjang," katanya.