Beri Penghargaan Hotel hingga Desa Wisata, JTA 2021 Diharap Bangkitkan Pariwisata

Pelaku industri pariwisata usai mendapatkan penghargaan JTA 2021, Kamis (27/5/2021) malam. - Ist/ITTA.
28 Mei 2021 15:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Sebuah ajang pemberian penghargaan kepada pelaku maupun industri pariwisata di wilayah DIY dan Jawa Tengah digelar melalui Joglosemar Tourism Award (JTA) 2021. Event ini diharapkan dapat meningkatkan kembali industri pariwisata setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Adapun malam anugerah Joglosemar Tourism Award 2021 ini digelar di Hotel Sheraton, Depok, Sleman pada Kamis (17/5/2021). Pendiri ITTA Foundation selaku penyelenggara Panca Rudolf Sarungu menjelaskan pada ajang JTA 2021 ini memberikan penghargaan kepada 49 industri pariwisata serta tokoh yang berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata di daerahnya. Mulai dari hotel, penyedia jasa transportasi, biro wisata, destinasi wisata hingga desa wisata.

"Harapannya terutama kepada pelaku industri pariwisata yang mendapatkan penghargaan akan terus meningkatkan layanan serta menginspirasi yang lain. Sehingga proses ini dapat membangkitkan pariwisata di DIY dan Jawa Tengah," ungkapnya dalam rilis yang diterima, Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Jepang Temui Uni Eropa Bahas Olimpiade Aman & Terjamin

Ia menambahkan proses penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain 25% voting facebook dengan melibatkan 500 pemilih, kemudian dilanjutkan voting oleh 12 board of advisor dengan bobot 50%. Terakhir melalui proses riset yang dilakukan oleh akademisi dari Binus Business School dengan bobot 25%.

"Untuk penggunaan facebook karena termasuk mesin yang paling aman karena satu akun hanya dapat memberikan satu suara. Selain itu memudahkan yang masuk dalam nominasi untuk menyebarkan medsos guna membantu memilih," ujarnya.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur Agus Rochiyardi menambahkan BOB memberikan dukungan terhadap proses JTA 2021 dengan harapan dapat meningkatkan industri pariwisata pasca-pandemi. Ia menilai pemberian award di masa pandemi sangat penting untuk membuat pelaku industri pariwisata termotivasi agar berprestasi.

Baca juga: Kemendikbudristek: Butuh 9 Tahun Kejar Pelajaran di Sekolah Akibat Pandemi

"Sehingga pihak yang belum mendapatkan penghargaan bisa meningkatkan kualitas sehingga bisa menguatkan pariwisata di Joglosemar," katanya.

Agus mengatakan BOB saat ini sedang mengembangkan pariwisata di sejumlah lokasi di DIY dan Jawa Tengah, salah satunya Borobudur Highland yang diharapkan dapat memecah sejumlah kepadatan wisatawan baik di Borobudur maupun DIY. Karena kekuatan industri pariwisata di DIY memiliki banyak keunikan sehingga menarik perhatian wisatawan untuk datang. Mulai dari bermunculannya tempat wisata pantai baru, budaya, pendidikan dan banyak pihak yang memiliki kemampuan dalam membuat konten kreatif.

"Keempat kekuatan inilah yang menjadikan DIY ini memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan," ujarnya.