Harga Kedelai di Pasar Tak Kunjung Turun, Masih Rp11.000

Ilustrasi kedelai. - Reuters
28 Mei 2021 22:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Harga kedelai impor tak kunjung turun hingga bulan ketiga. Sejak naik hampir dua kali lipat, harga kedelai terus stagnan belum kembali normal.

Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul Zuhriyatun Nur Handayani tak menampik bila harga kedelai dari beberapa waktu lalu mengalami peningkatan. Kisaran harga kedelai di sejumlah pasar tradisional pantauan Disdag sejak tiga bulan lalu rata-rata di angka Rp10.000 per kilogram untuk kedelai impor.

"Kenaikan tetap tinggi. [harga] rata-rata Rp10.000 - 11.000 per kilogram," katanya (28/5/2021).

"Untuk rata-rata harga kedelai impor di pasar rakyat Kabupaten Bantul pekan kedua Mei Rp10.320 per kilogram dan di pekan ketiga Mei sudah naik menjadi Rp10.650 per kilogram. Untuk pantauan harga kedelai sampai dengan hari ini berkisar Rp10.500 sampai dengan Rp11.000, sudah terlihat ada kenaikan lagi," tambahnya.

Kenaikan harga kedelai menurut perempuan yang disapa Nani itu sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Angka tersebut selanjutnya stagnan hingga sekarang. "Stagnan, paling Rp10.000 nanti besoknya Rp10.500 begitu terus. Dulu kalau normal harganya cuma Rp7000-7500 awalnya," terangnya.

Baca juga: Innalillahi, Pengendara Motor Tewas Tabrak Mobil Berhenti di Jalan Jogja-Solo

"Informasi yang kami dapatkan dari distributor kedelai di Pundong untuk harga juga mengalami kenaikan menjadi Rp11.000 per kilogram. Kenaikan harga mulai terjadi sebelum lebaran," imbuhnya.

Lonjakan harga kedelai dituturkan Nani terjadi sejak adanya persoalan sulit impor beberapa bulan lalu. Kendati ketersediaan suplai kedelai kini aman, harga di pasaran masih belum turun. "Penyebabnya karena harga kedelai dunia memang juga mengalami kenaikan, dimana Indonesia untuk kebutuhan kedelai saat ini masih tergantung impor," tambahnya.

Nani tak bisa memprediksi kapan harga kedelai impor turun. Harga naik turunnya komoditas impor lebih sulit diprediksi ketimbang komoditas lokal seperti cabai yang hanya dipengaruhi musim. "Waduh kalau prediksi susah, karena barang impor, kita tidak tahu. Beda dengan cabai, kalau musim panen harganya pasti turun," tandasnya.