Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ilustrasi kedelai./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL - Harga kedelai impor tak kunjung turun hingga bulan ketiga. Sejak naik hampir dua kali lipat, harga kedelai terus stagnan belum kembali normal.
Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul Zuhriyatun Nur Handayani tak menampik bila harga kedelai dari beberapa waktu lalu mengalami peningkatan. Kisaran harga kedelai di sejumlah pasar tradisional pantauan Disdag sejak tiga bulan lalu rata-rata di angka Rp10.000 per kilogram untuk kedelai impor.
"Kenaikan tetap tinggi. [harga] rata-rata Rp10.000 - 11.000 per kilogram," katanya (28/5/2021).
"Untuk rata-rata harga kedelai impor di pasar rakyat Kabupaten Bantul pekan kedua Mei Rp10.320 per kilogram dan di pekan ketiga Mei sudah naik menjadi Rp10.650 per kilogram. Untuk pantauan harga kedelai sampai dengan hari ini berkisar Rp10.500 sampai dengan Rp11.000, sudah terlihat ada kenaikan lagi," tambahnya.
Kenaikan harga kedelai menurut perempuan yang disapa Nani itu sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Angka tersebut selanjutnya stagnan hingga sekarang. "Stagnan, paling Rp10.000 nanti besoknya Rp10.500 begitu terus. Dulu kalau normal harganya cuma Rp7000-7500 awalnya," terangnya.
Baca juga: Innalillahi, Pengendara Motor Tewas Tabrak Mobil Berhenti di Jalan Jogja-Solo
"Informasi yang kami dapatkan dari distributor kedelai di Pundong untuk harga juga mengalami kenaikan menjadi Rp11.000 per kilogram. Kenaikan harga mulai terjadi sebelum lebaran," imbuhnya.
Lonjakan harga kedelai dituturkan Nani terjadi sejak adanya persoalan sulit impor beberapa bulan lalu. Kendati ketersediaan suplai kedelai kini aman, harga di pasaran masih belum turun. "Penyebabnya karena harga kedelai dunia memang juga mengalami kenaikan, dimana Indonesia untuk kebutuhan kedelai saat ini masih tergantung impor," tambahnya.
Nani tak bisa memprediksi kapan harga kedelai impor turun. Harga naik turunnya komoditas impor lebih sulit diprediksi ketimbang komoditas lokal seperti cabai yang hanya dipengaruhi musim. "Waduh kalau prediksi susah, karena barang impor, kita tidak tahu. Beda dengan cabai, kalau musim panen harganya pasti turun," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.