Kerumunan Berpeluang Jadi Tempat Penyebaran Covid, Sunmor Belum Diizinkan di UGM

Ilustrasi - Freepik
28 Mei 2021 19:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus Covid-19 yang masih terus bertambah di Sleman dengan sejumlah klaster baru membuat Universitas Gadjah Mada (UGM) belum mengizinkan aktivitas jual beli di Pasar Minggu atau yang dikenal dengan Sunday Moring (Sunmor). Pasar tersebut biasa digelar di kawasan kampus.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan kebijakan tersebut diambil mengingat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi di wilayah Sleman. Terlebih, aktivitas jual beli di pasar selama ini cukup berisiko menyebarkan Covid-19 karena adanya kerumunan di dalamnya.

"Memperhatikan kasus penularan Covid-19 yang masih terus terjadi, demi keamanan dan keselamatan bersama untuk saat ini aktivitas jual beli di Sunday Morning belum diizinkan dibuka kembali," kata Iva pada Jumat (28/5/2021).

Sekdir Direktorat Aset UGM Edi Prasetyo menambahkan kebijakan tersebut sekaligus menanggapai surat yang disampaikan oleh Perkumpulan Pedagang Sunday Morning pada 20 Mei 2021 lalu. Dalam surat tersebut, pedagang menyampaikan permohonan untuk mengaktifkan kembali Sunmor pada 23 Mei dan atau 30 Mei 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

UGM telah merespons permohonan tersebut dalam surat balasan tertanggal 25 Mei 2021. Dalam surat tersebut, UGM belum mengizinkan pembukaan kembali Pasar Minggu Sunmor karena laju penyebaran Covid-19 di Sleman masih tinggi.

"Harapannya keputusan ini bisa dimaklumi dan diterima oleh para pedagang di Sunmor sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona yang berpeluang terjadi melalui kerumunan saat aktivitas jual beli di Sunmor," ujar Edi.

Sebelumnya, klaster pasar pun beberapa kali bermunculan dari sejumlah pasar tradisional di wilayah DIY, termasuk di Kabupaten Sleman.