BMKG Peringatkan Tingginya Gelombang Pantai Selatan DIY

Ilustrasi. - Antara
31 Mei 2021 20:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan DIY pada Minggu (30/5/2021) menyebabkan laka laut di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambilsawit, Saptosari. Untuk mengantisipasi kejadian yang terulang, wisatawan diimbau untuk berhati-hati jika bermain di bibir pantai.

Kepala Kelompok Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa menuturkan kondisi gelombang laut di perairan selatan DIY beberapa waktu terakhir kategorinya masih tinggi. "Kami memprediksi ketinggiannya antara 2,5 meter hingga 4 meter. Masih dalam kategori tinggi," kata Sigit pada Senin (31/5/2021).

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat khususnya wisatawan dan nelayan untuk berhati-hati dan senantiasa memperbarui informasi dari BMKG terkait adanya gelombang tinggi. Jangan sampai peristiwa di Ngluwen pada Minggu pagi pukul 09.00 WIB yang menyebabkan sepasang muda-mudi terseret gelombang tinggi harus terulang.

BACA JUGA: Puluhan Kasus Covid-19 Baru Ditemukan di Sleman Setelah Lebaran

Sigit menuturkan selama musim kemarau, gelombang laut di perairan selatan Samudra Hindia diprediksi akan mencapai ketinggian sampai empat meter. "Kalau di atas 2,5 meter kami menyebutnya sudah di level tinggi. Sehingga ini harus menjadi kewaspadaan semua masyarakat yang beraktivitas di laut," imbuhnya.

Berdasarkan analisis BMKG, penyebab tinggi gelombang dipicu karena perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian Australia yaitu 1.030 milibar dengan tekanan udara di Indonesia yang tercatat di angka 1.004 milibar. Perbedaan ini disinyalir mempengaruhi peningkatan kecepatan angin. “Angin yang berhembus kencang ini secara meteorologis akan berdampak pada tinggi gelombang laut,“ ucapnya.

Selain membahayakan wisatawan yang mandi di pinggir pantai dan nelayan yang melaut, gelombang tinggi ini juga berpotensi merusak kapal yang tertambat di pinggir pantai. Bahkan, bangunan di pinggir pantai seperti warung pedagang bisa turut rusak diterjang gelombang.

Untuk itu, Sigit meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui BMKG dan waspada setiap saat. Sebab kondisi gelombang laut yang tinggi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Agustus mendatang.