Hingga Mei, 29 Nyawa Meregang di Jalanan Gunungkidul

Kondisi Honda Jazz yang dikemudikan Wahyu Purwanto yang terguling di tikungan Alas Suko, Dusun Sumber, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Rabu (12/2/2020) - Istimewa/Dokumen Polsek Panggang
31 Mei 2021 09:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Satlantas Polres Gunungkidul mencatat hingga akhir Mei ada 29 korban meninggal dunia dikarenakan terlibat kecelakaan lalu lintas. Jumlah ini separuh dari korban meninggal yang terjadi di 2020.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Givriyanto Sakti mengatakan, upaya menekan angka kecelakaan terus dilakukan. Hal ini karena ada tren korban meninggal dunia akibat kecelakaan mengalami peningkatan.

Menurut dia, hingga Minggu (30/5/2021) ada 257 kecelakaan. Adapun jumlah korban yang mengalami luka ringan sebanyak 318 orang dan meninggal dunia ada 29 orang. Ia pun menekankan upaya pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Bangun Infrastruktur & Ekonomi dengan Padat Karya

Berdasarkan data dari Polres Gunungkidul di 2020, ada 512 kecelakaan lalu lintas. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan kasus di 2019 dengan jumlah 703 kecelakaan.

Meski mengalami penurunan jumlah kasus, namun untuk angka fatalitas atau mengakibatkan korban meninggal dunia malah mengalami kenaikan. Apabila di 2019 hanya ada 55 korban, maka di 2020 menjadi 58 orang meninggal dunia akibat kecalakaan di jalanan.

Guna menekan angka kecelakaan yang berujung maut, Martinus telah menyiapkan program sosialisasi keamanan dan ketertiban berlalulintas. Selain upaya pemasangan rambu-rambu peringatan, sosialisasi juga menyasar ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang pentingnya mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Baca juga: Pelaksanaan Vaksinasi di Kulonprogo Terus Dievaluasi

“Kami juga mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati dan menaati tata tertib lalu lintas,” katanya.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, korban meninggal dunia akibat kecelakaan terjadi pada Minggu siang yang melibatkan pengendara sepeda motor Honda Vario AB 6167 NJ dengan truk box AB 8555 OE. Adapun lokasi kejadian berada di jalan Wonosari-Paliyan tepatnya di Dusun Kendal, Giring, Paliyan.

“Untuk kronologinya mobil box mencoba menghindari kendaraan di depannya. Nahasnya dari arah berlawan ada pengendara motor yang melintas sehingga kecelakaan tak dapat dihindarkan,” katanya.

Suryanto mengungkapkan selain menabrak pengendara motor, truk box juga menabrak tiang rumah milik salah seorang warga. “Selain korban meninggal atas nama Uwaisulqorni, ada juga pembonceng motor atas nama Rafika Azizah mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. untuk Truk hanya rusak di bagian depan,” katanya.