Advertisement

Muncul Badai Choi Wan, Pengunjung Pantai Gunungkidul Diminta Waspada

Herlambang Jati Kusumo
Selasa, 01 Juni 2021 - 16:27 WIB
Sunartono
Muncul Badai Choi Wan, Pengunjung Pantai Gunungkidul Diminta Waspada Ilustrasi gelombang di pantai. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, WONOSARI—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sepekan ini masih akan terjadi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, tak terkecuali di kawasan perairan Gunungkidul. BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai lebih berhati-hati kembali dalam beraktivitas.

Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Indah Retno mengatakan seminggu ini memang akan terjadi gelombang tinggi di wilayah Perairan Jawa. Kisaran tiga sampai lima meter ketinggiannya.

BACA JUGA : BMKG Peringatkan Tingginya Gelombang Pantai Selatan DIY

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Indah mengungkapkan penyebabnya adalah pusat tekanan rendah di selatan Sumatera dengan tekanan 1004 hpa didukung dengan munculnya badai Choi Wan (1000 hpa) di utara Irian.

“Untuk wilayah DIY gelombang memang tinggi. Sementara beberapa wilayah lain ada yang sangat tinggi. BMKG menghimbau kepada masyarakat pesisir dan wisatawan untuk berhati-hati saat beraktivitas di pantai. Mendengarkan arahan dari SAR dan tidak terlalu ke tengah saat bermain air. Sementara untuk nelayan dihimbau untuk tidak melaut dahulu,” ucap Indah, Senin (31/6).

Koordinator SAR Satlinmas I wilayah Sadeng, Sunu Handoko juga mengatakan gelombang tinggi beberapa hari terakhir terjadi di perairan selatan. Di wilayahnya tercatat sempat pada kisaran tiga sampai enam meter. “Kemungkinan masih tinggi, tapi Kamis hingga Minggu diperkirakan lebih landai sekitar 0,75 meter sampai 1,5 meter,” ucap Sunu.

BACA JUGA : BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jabar

Berkaitan dengan gelombang tinggi ini, para nelayan di Pantai Sadeng dan sekitarnya menghentikan aktivitas melaut. Mereka lebih memilih tinggal di rumah karena jika nekat melaut justru akan berbahaya bagi keselamatan mereka. “Sudah ada dua hari ini nelayan tidak melaut,” ujarnya.

Diketahui belum lama ini sepasang muda-mudi yang berkunjung di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambilsawit, Saptosari terseret ombak, Minggu (30/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Satu korban atas nama Derbita Nadifa,19, asal Sukoharjo, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan untuk korban Muhammad Rois,19, asal Kota Jogja masih dalam proses pencarian.

Advertisement

“Pencarian masih nihil. Ini masih lanjut pencarian bersama SAR Baron dibantu relawan,” ujar Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Airlangga Bertemu Puan, Buka Peluang Koalisi Pilpres 2024?

News
| Kamis, 29 September 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement