Bupati Akan Beri Sanksi Sekolah yang Tak Terapkan Nilai Pancasila

Ilustrasi Pancasila - JIBI
02 Juni 2021 09:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Langkah tegas akan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul terkait internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik di Bumi Projotamansari.

Pemkab akan memberikan sanksi kepada sekolah ataupun yayasan yang nekat tidak menginteralisasi nilai Pancasila kepada para peserta didik.

"Kalau yayasan atau sekolah tetap bersikukuh tak menginternalisasi nilai Pancasila, maka akan kami kenai sanksi," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, usai mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila, Selasa (1/6/2021).

BACA JUGA : Pedagang di Malioboro Berbaris Sepanjang Jalan Peringati Hari Lahir Pancasila

Mengenai detail sanksi yang akan dijatuhkan, Halim masih enggan mengungkapkan. Bupati Halim hanya menegaskan jika penekanan dan internalisasi nilai Pancasila saat ini terus dilakukan kepada generasi muda, mulai dari tingkat pendidikan usia dini yakni PAUD, hingga SMP.

"Jika ada sekolah tidak pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tidak pernah ada upacara disitu dibacakan teks pancasila nanti akan kami koreksi," tandas Halim.

Sementara Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, diperlukan cara-cara baru untuk mendalami Pancasila di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan global saat ini.

Menurut Presiden, perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.

"Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0," kata Presiden Jokowi.

BACA JUGA : Perempuan Diharapkan Berperan Memasyarakatkan Pancasila

Selain itu, diperlukan pula cara baru agar Pancasila dapat menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karenanya, Jokowi mengajak semua pihak memperkokoh nilai-nilai Pancasila. Jokowi juga menyinggung tantang tantangan yang dihadapi Pancasila di tengah perkembangan situasi global dan kemajuan teknologi.