Klinik Pratama Permata Bhakti Jadi Faskes Rujukan Covid-19

Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo saat meninjau Klinik Permata Bhakti, beberapa waktu lalu. - Istimewa
04 Juni 2021 21:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Klinik Pratama Permata Bhakti mendapat kepercayaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman dalam upaya penanganan Covid-19.

Klinik kesehatan yang berlokasi di Kalurahan Sumber Rahayu, Kapanewon Moyudan ini ditetapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan darurat Corona. Bentuk kepercayaan tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sleman No.21.1/Kep KDH/A/2021 tertanggal 1 April 2021.

Sebagaimana tertuang dalam SK Bupati, Klinik Permata Bhakti akan memiliki beragam fungsi dan peran dalam penanganan darurat Corona. Pertama, merawat dan mengisolasi pasien dengan hasil rapid test reaktif/swab antigen positif/swab PCR positif yang bergejala ringan hingga sedang. Kedua, menangani, mengisolasi serta merawat persalinan ibu hamil dengan hasil rapid test reaktif/swab antigen positif/swab PCR positif. Ketiga, mengeluarkan surat keterangan telah selesai isolasi berdasarkan hasil koordinasi dengan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Sleman. Keempat, merujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila diperlukan.

Ketua Yayasan Bhakti Insan Prima, Suprihanto mengungkapkan Dinkes Sleman memantau kesiapan klinik beberapa waktu lalu. Dia menyatakan klinik sudah sepenuhnya siap untuk menjadi rujukan penanganan Covid-19' "Klinik Permata Bhakti setelah ditetapkan sebagai faskes darurat Covid-19, semua biaya operasional dan lainya dianggarkan melalui Dinas Kesehatan Sleman 2021 sesuai SK bupati," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

Suprihanto menyatakan dengan adanya kerja sama dengan Dinkes diharapkan ke depannya klinik bisa memberikan pelayanan sekelas rumah sakit. Pihaknya pun berkomitmen selalu memberikan pelayanan terbaik.

Di Klinik Pratama Permata Bhakti saat ini tersedia fasilitas penunjang medis seperti laboratorium, radiologi, ruang persalinan, ruang operasi, UGD dan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Hanya saja, untuk menjadi sekelas rumah sakit masih perlu ditambah peralatan medis dan dokter spesialis.

Suprihanto mengapresiasi Dinkes Sleman yang memberikan atensi lewat kerja sama penanganan Covid-19. Dia meyakini adanya partisipasi pihak swasta dalam penanganan pandemi, maka akan mempercepat proses pemulihan ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat semakin baik.

Butuh sinergi yang baik dari semua kalangan agar pandemi bisa segera berakhir, termasuk sinergi yang melibatkan pemerintah dan swasta untuk satu tujuan yakni meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.