Warga Terdampak Tol Jogja-Solo di Purwomartani Pertanyakan Kelanjutan Pencairan Ganti Rugi

Warga Temanggal 1 Purwomartani Kalasan memasang spanduk meminta pemerintah memerhatikan nasib korban pembangunan jalan tol dengan memberikan ganti kerugian yang sepadan, Kamis (10/12/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak
05 Juni 2021 03:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Warga Temanggal 1, Purwomartani, Kalasan yang terdampak tol Jogja-Solo mulai mempertanyakan kelanjutan musyawarah warga terkait nilai ganti kerugian lahan terdampak.

Saat ini, tim appraisal sedang melakukan penilaian lahan, bangunan dan tanaman bagi warga terdampak di padukuhan Cupuwatu dan Kadirojo 2. Adapun padukuhan Temanggal 1 sudah dilakukan penilaian oleh tim appraisal pada Desember tahun lalu.

Ketua RT 04 RW 02 Dusun Temanggal 1, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Iwan Setiawan mengatakan tim appraisal sudah turun setelah melakukan penilaian di padukuhan Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Hanya saja, saat kegiatan musyawarah warga hingga proses pencairan ganti kerugian, warga terdampak di Temanggal 1 tidak termasuk yang diikutsertakan.

Baca juga: Dampak Libur Lebaran Terlihat, Kasus Covid-19 Naik 15,1%

"Waktu itu baru Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Sementara warga Temanggal 1 masih menunggu kapan kegiatan musyawarah warga terdampak digelar. Sampai saat ini belum ada kejelasan," kata Iwan kepada Harianjogja.com, Jumat (4/6/2021).

Menurut Iwan, warga sudah pasrah dengan rencana pembangunan jalan tol Jogja Solo tersebut. Hanya saja saat ini, warga mempertanyakan kejelasan waktu kegiatan musyawarah warga terdampak digelar. "Ini agar ganti kerugiannya bisa cepat dicairkan. Dan warga bisa secepatnya mencari tanah pengganti," papar Iwan.

Iwan beralasan, saat ini banyak lahan pengganti yang sudah dibeli oleh warga terdampak tol lainnya baik dari Temanggal 2 maupun Kadirojo 2. Padahal sebagian besar lahan terdampak berstatus tanah pekarangan dan bukan tanah persawahan. Di RT 4, katanya ada sekitar 5 warga yang lahannya terdampak sementara sebagaian besar lahan pekarangan terdampak berada di RT 5.

Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19

Sebagian besar lahan pekarangan tersebut digunakan untuk rumah tinggal warga. Jika lahan terdampak dibuat tol maka warga harus mencari lahan untuk membangun rumah. Apalagi sudah banyak lahan persawahan lainnya yang tidak terdampak dibeli oleh warga terdampak lainnya.

"Nah mumpung saat ini musim kemarau, kalau ganti kerugiannya dicairkan kan warga bisa segera membangun atau mencari lahan pengganti. Tidak nunggu-nunggu seperti ini," katanya.