Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Warga Temanggal 1 Purwomartani Kalasan memasang spanduk meminta pemerintah memerhatikan nasib korban pembangunan jalan tol dengan memberikan ganti kerugian yang sepadan, Kamis (10/12/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Warga Temanggal 1, Purwomartani, Kalasan yang terdampak tol Jogja-Solo mulai mempertanyakan kelanjutan musyawarah warga terkait nilai ganti kerugian lahan terdampak.
Saat ini, tim appraisal sedang melakukan penilaian lahan, bangunan dan tanaman bagi warga terdampak di padukuhan Cupuwatu dan Kadirojo 2. Adapun padukuhan Temanggal 1 sudah dilakukan penilaian oleh tim appraisal pada Desember tahun lalu.
Ketua RT 04 RW 02 Dusun Temanggal 1, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Iwan Setiawan mengatakan tim appraisal sudah turun setelah melakukan penilaian di padukuhan Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Hanya saja, saat kegiatan musyawarah warga hingga proses pencairan ganti kerugian, warga terdampak di Temanggal 1 tidak termasuk yang diikutsertakan.
Baca juga: Dampak Libur Lebaran Terlihat, Kasus Covid-19 Naik 15,1%
"Waktu itu baru Temanggal 2 dan Kadirojo 2. Sementara warga Temanggal 1 masih menunggu kapan kegiatan musyawarah warga terdampak digelar. Sampai saat ini belum ada kejelasan," kata Iwan kepada Harianjogja.com, Jumat (4/6/2021).
Menurut Iwan, warga sudah pasrah dengan rencana pembangunan jalan tol Jogja Solo tersebut. Hanya saja saat ini, warga mempertanyakan kejelasan waktu kegiatan musyawarah warga terdampak digelar. "Ini agar ganti kerugiannya bisa cepat dicairkan. Dan warga bisa secepatnya mencari tanah pengganti," papar Iwan.
Iwan beralasan, saat ini banyak lahan pengganti yang sudah dibeli oleh warga terdampak tol lainnya baik dari Temanggal 2 maupun Kadirojo 2. Padahal sebagian besar lahan terdampak berstatus tanah pekarangan dan bukan tanah persawahan. Di RT 4, katanya ada sekitar 5 warga yang lahannya terdampak sementara sebagaian besar lahan pekarangan terdampak berada di RT 5.
Baca juga: Pekan Depan, Pedagang Pasar di Sleman Mulai Diberi Vaksin Covid-19
Sebagian besar lahan pekarangan tersebut digunakan untuk rumah tinggal warga. Jika lahan terdampak dibuat tol maka warga harus mencari lahan untuk membangun rumah. Apalagi sudah banyak lahan persawahan lainnya yang tidak terdampak dibeli oleh warga terdampak lainnya.
"Nah mumpung saat ini musim kemarau, kalau ganti kerugiannya dicairkan kan warga bisa segera membangun atau mencari lahan pengganti. Tidak nunggu-nunggu seperti ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Film Memburu Pemangsa menghadirkan kisah empat jurnalis membongkar kasus pembunuhan anak dan pentingnya verifikasi berita.
UGM mengatur waktu dan lokasi olahraga di kawasan kampus. Simak jadwal hari kerja, fasilitas akhir pekan, serta area yang diprioritaskan untuk kegiatan akademik
Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan vape etomidate. Empat orang diamankan, tiga ditetapkan sebagai tersangka, sementara Jule direhabilitasi.
Sejumlah tanaman yang tumbuh atau dibudidayakan di Indonesia mengandung zat beracun. Kenali bintaro, saga rambat, oleander, kecubung, tembakau, dan jagung.