Vaksinasi Difabel di DIY Diminta Dipercepat

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
07 Juni 2021 20:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia, meminta vaksinasi Covid-19 untuk difabel dipercepat karena difabel merupakan salah satu kelompok yang rentan jika terpapar virus Corona.

Angkie mengatakan berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan pada April lalu untuk semua kepala daerah dan sentra vaksinasi agar segera mempercepat vaksinasi difabel, “Karena kita mengetahui bahwa disabilitas ini kelompok rentan yang sangat rentan terpapar Covid-19,” kata Angkie, seusai menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Senin (7/6/2021).

Dalam percepatan vaksinasi Covid-19 untuk difabel juga diperlukan pemetaan kategori difabel karena difabel berbeda-beda, ada yang difabel kategori sensorik, motoruk, intelektual, dan mental, atau ganda, sehingga masing-masing perlu dipetakan. Kemudian bagaimana pemerintah juga bisa berkoordinasi dengan komunitas-komunitas difabel dan support system-nya, sehingga pemerintah bisa mendapatkan data yang valid.

BACA JUGA: BPBD DIY Beri Edukasi tentang Potensi Bencana Tanah Longsor di Gunungkidul

Selain itu juga terdapat tantangan soal transportasi, “Yang mana disabilitas apakah bisa ke tempat vaksinasi atau tenaga kesehtan bisa mendatangi tempat-tempat disabilitas itu semua disesuaikan dengan kebijakan daerah masing-masing melalui Kementrian Kesehatan segera di mulai,” kata Angkie.

Menurut Angkie vaksinasi Covid-19 untuk difabel sudah dimulai sejak 2 Juni lalu dengan sasaran 500.000 lebih vaksinasi. Dia berharap daerah-daerah lain segera menyusul dengan mempercepat vaksinasi untuk difabel.

Sultan HB X mengatakan vaksinasi untuk difabel di Jogja sudah dilaksanakan secara bertahap namun karena keterbatasan stok vaksin kiriman dari Pemerintah Pusat yang harus dibagi dengan provinsi lainnya. Sultan mengklaim vaksinasi Covid-19 di Jogja termasuk cepat bahkan lebih cepat dari prediksi, yang awalnya untuk tiga bulan namun sudah selesai dalam waktu dua bulan.

“Ya kan awal dulu diperkirakan tiga bulan baru datang periode kedua. Pada 23 Februari atau 23 Maret lalu tetapi selesainya dua bulan jadi nunggu satu bula lebih. Jadi seperti ada yang kosong, memang betul kosong tetapi bukan sesuatu tidak target tetapi masalahnya terlalu cepat selesai untuk tahap awal ternyata dua bulan selesai,” kata Sultan.

Namun demikian vaksinasi bukan berarti orang kebal dari virus corona. Orang yang sudah divaksin, kata Sultan, berpotensi terpapar Covid-19 dan menularkan kepada orang lain sehingga disiplin protokol kesehatan tetap menjadi yang utama, seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan menjauhi kerumunan.

Selain soal vaksinasi, pertemuan Angkie Yudistia dengan Sultan tersebut juga membahas soal pembentukan Komisi Nasional Difabel sebagai amanat Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2020. Sementara di DIY sendiri sudah memiliki Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Difabel, sehingga stafsus Presiden tersebut meminta masukan-masukan dari Sultan.