Penerapan CHSE Kunci Pemulihan Sektor Pariwisata

Kemenparekraf, Badan Otorita Borobudur (BOB) dan tiket.com menggelar forum diskusi bersama pemangku kepentingan wisata wilayah Joglosemar, Sabtu (5/6 - 2021) ist
08 Juni 2021 03:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN– Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Badan Otorita Borobudur (BOB) mendorong pelaku wisata konsisten menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik dan benar.

Dorongan tersebut disampaikan usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Optimizing Digital Marketing to Revive Tourism Industry & Socialization of the CHSE Certification, di Hotel Sheraton Jogja, Sabtu (5/6/2021).

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur Agus Rochiyardi mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program inisiatif Kemenparekraf untuk menanggulangi krisis pariwisata nasional. "Itulah sebabnya promosi desa wisata di wilayah Jawa Tengah dan DIY pun perlu terus ditingkatkan. Melalui FGD ini, kami berharap para pengelola Desa Wisata mendapatkan wawasan dan manfaat membangun jejaring yang lebih luas," ungkapnya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (7/6/2021)

Dia menjelaskan FGD yang digelar sebagai salah satu upaya akselerasi pemulihan industri pariwisata guna dukung pemulihan taraf kesejahteraan para pemangku kepentingan. Mulai dari pengelola Desa Wisata, operator akomodasi, pemandu tur lokal, serta penggiat pariwisata lokal. Kegiatan FGD juga menjadi ajang bagi operator akomodasi dan tur, untuk membahas dan memecahkan ragam krisis pariwisata bersama-sama.

Salah satu solusi jitu untuk menanggulangi krisis tersebut adalah program inisiatif dari Kemenparekraf, yaitu InDOnesia CARE yang memastikan bahwa tempat wisata dan akomodasi menerapkan protokol kesehatan dan tersertifikasi CHSE (Clean, Healthy Safety and Environment).

Baca juga: Hasil Penelitian UGM: Varian Baru Virus Corona Belum Terdeteksi Di DIY

"Tujuan FGD ini untuk menambah kemampuan dalam mempromosikan Desa Wisata yang dikelola, memperkaya atraksi wisata berbasis kemasyarakatan, mendukung upaya peningkatan durasi kunjungan wisatawan, mendukung upaya peningkatan pengeluaran wisatawan, serta pemerataan wisatawan di kawasan destinasi," katanya.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Otorita Borobudur Bisma Jatmika berharap forum diskusi ini dapat menjadi wadah atau kesempatan bagi masing-masing sektor dalam memberikan sumbangsih berupa wawasan dan pengalaman untuk pengembangan desa wisata agar dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

Saat ini, di Jawa Tengah, terdapat 633 Desa Wisata dengan aneka ragam potensi unggulan yang sangat menarik dan bernilai lebih. Potensi pendapatan pariwasata pun sangat menjanjikan. Para pengelola Desa Wisata memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan sinergi bersama agar promosi Desa Wisata berjalan beriringan dan semakin mendapatkan eksposur di panggung nasional, agar tercipta penyebaran wisatawan yang lebih merata di destinasi wisata Jawa Tengah.

Adapun Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer, tiket.com menegaskan komitmen tiket.com menjadi yang pertama untuk mendukung pemulihan industri pariwisata Indonesia. Menurutnya peran tiket.com semakin teramat penting menjadi jendela informasi yang memberikan kemudahan akses digital bagi calon wisatawan untuk merencanakan kunjungan, baik itu untuk kepentingan pekerjaan atau pribadi.

"Dengan semakin gencarnya program vaksinasi berskala nasional, kami pun mulai dapat merasakan dampak pemulihan industri pariwisata ke arah positif. Tetapi kita bersama-sama tetap bahu membahu dan terus berkolaborasi bersama pemerintah agar dapat terus memanfaatkan momentum pemulihan ini,” katanya.