Vaksinasi Tenaga Kependidikan di Kulonprogo Masih Jauh dari Target

Ilustrasi. - Freepik
10 Juni 2021 09:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Sebanyak 7.529 tenaga kependidikan di kabupaten Kulonprogo sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Angka tersebut masih jauh dari sasaran target vaksinasi Covid-19 kepada tenaga pendidikan yang mencapai 10.000 orang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo Rina Nuryati mengatakan sasaran vaksinasi Covid-19 yang belum suntikan vaksin dosis pertama karena belum memenuhi syarat sebagai penerima vaksin saat screening dilakukan.

BACA JUGA : Masih Ada Ribuan Guru SMA/SMKdi DIY yang Belum 

"Kami sampai saat ini  masih melayani vaksinasi bagi tenaga kependidikan yang sebelumnya tidak memenuhi syarat. Upayanya dengan menyediakan fasilitas penyuntikan vaksin pada fasilitas kesehatan atau puskesmas yang ditunjuk sebagai lokasi vaksinasi," kata Rina pada Rabu (9/6/2021).

Tenaga kependidikan di kabupaten Kulonprogo juga telah mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Pemda DIY di Jogja Expo Center beberapa waktu lalu.

"Tenaga pendidikan yang vaksin di Ke beberapa waktu lalu tidak masuk pendataan Dinkes Kulonprogo. Kami melayani [tenaga kependidikan] yang belum vaksin di JEC beberapa waktu lalu," kata Rina.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan jajarannya telah memantau di sejumlah kapanewon terkait dengan upaya vaksinasi kepada tenaga kependidikan.

"Sebagian sudah mengalami vaksinasi tahap pertama. Semoga pasokan vaksin lancar dan vaksinasi tahap kedua harapannya bisa dilakukan pada akhir bulan Mei," kata Arif.

BACA JUGA : 85% Guru di Bantul Sudah Disuntik Vaksin

Jika vaksinasi tahap kedua sudah bisa terlaksana, tenaga kependidikan di kabupaten Kulonprogo siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka yang rencananya dimulai pada Juli mendatang.

"Dengan demikian antibodi tenaga kependidikan kan sudah terbentuk ya. Sehingga relatif akan lebih aman untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka," kata Arif.