Tak Dilockdown, Warga Ngrangsan Kalasan Beraktivitas Seperti Biasa

Suasana pintu masuk ke Padukuhan Ngrangsan, Selomartani, Kalasan, Jumat (11/6/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
12 Juni 2021 05:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Puluhan warga Ngrangsan, Selomartani, Kapanewon Kalasan terkonfirmasi positif Covid-19. Meski puluhan warganya terpapar Covid-19, namun dusun tersebut tidak dilockdown.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja, Jumat (11/6/2021) akses masuk ke dusun tersebut tidak dijaga dan tidak diberi palang pintu sebagaimana terdapat di dusun-dusun lainnya yang warganya terpapar virus Corona.

Warga Ngrangsan tampak beraktivitas seperti biasa. Praktik jual beli di warung juga dilakukan secara normal. Begitu juga para petani yang bekerja di area persawahan. Mereka bekerja seperti biasa namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif, dengan sendirinya melakukan pembatasan aktivitas. Warga tetap beraktivitas tetapi hanya di halaman rumah. Warga yang melakukan isolasi mandiri hanya menaruh palang kayu di depan pintu halaman dan menulis tulisan sebagai pasien positif Covid-19.

Seperti yang dilakukan oleh Joko, warga Ngrangsan. Ia merupakan salah satu pasien tanpa gejala yang memilih melakukan isolasi di rumah. Joko tampak membersihkan pasir dan kerikil yang ada di halaman rumahnya. Sementara anak istrinya ikut bermain tak jauh dari Joko. Mereka tetap menggunakan masker.

Baca juga: Sehari 417 Warga DIY Terkonfirmasi Positif Covid-19

Saat Harian Jogja bertanya keberadaan rumah dukuh, Joko pun menunjukkan arah jalan ke tengah perkampungan. Tak jauh dari sana terdapat musala berdinding warna cokelat. Persis di depan musala tersebut terdapat bangunan yang digunakan sebagai Posko Penanganan Covid-19 tingkat padukuhan.

Di musala itu, sebelumnya puluhan warga menggelar kegiatan yasinan. Warga mendoakan tetangganya yang meninggal, istri seorang imam di musala tersebut. Pada akhirnya, kegiatan yasinan bersama tersebut pun menyebabkan puluhan warga terkonfirmasi positif Corona.

"Di sini ada dua RT yang terpapar Covid-19. Di RT 1 ada sembilan rumah dan RT 2 ada enam rumah. Satu rumah ada yang memiliki dua KK," kata Raharjo, salah seorang penjaga Posko.

Rumah Raharjo menyatu dengan bagunan yang digunakan Posko Satgas Covid-19 Padukuhan tersebut. Ia dan keluarganya juga ikut tes swab dan hasilnya semua negatif. Menurutnya, ada sekitar delapan warga yang memilih untuk isolasi mandiri di shelter Gemawang.

"Selebihnya isolasi mandiri di rumah. Kami tidak tahu awal mula virus ini terpapar dari mana," katanya.

Kegiatan Yasinan

Ia mengatakan sebelumnya ada kegiatan yasinan tetapi beberapa hari sebelumnya ada tetangga kampung yang keluarganya meninggal di Jakarta. Jenazah kemudian dimakamkan di wilayah tersebut.

"Jenazah tidak langsung dikubur tetapi sempat disemayamkan di rumah. Ya warga layatan. Itu sekitar tanggal 23 Mei, sudah lebih dari 10 hari," katanya.

Atas peristiwa itu, Raharjo tidak menuding siapa-siapa yang menjadi pembawa virus lantaran saat ini memang terjadi pandemi. Apalagi semua warga sudah menjalani swab dan isolasi mandiri. "Mudah-mudahan semua cepat sembuh dan beraktivitas seperti biasa," harapnya.

Penanggungjawab Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Sleman Makwan mengatakan awalnya disiapkan 20 bed untuk ruang isolasi warga Ngrangsan. Pada akhirnya, hanya enam warga yang masuk ke Shelter Rusunawa Gemawang.

"Penjemputan dilakukan pagi. Saat ini pasien OTG yang dirawat di shelter di Asrama haji 56 orang dan di Rusanawa 73 orang. Sebelumnya ada 67 orang ditambah dari Ngrangsang 6 orang jadi 73 orang," kata Makwan.