Jalur Alternatif Sleman-Gunungkidul: Pemkab Diminta Jeli Manfaatkan Peluang

Foto ilustrasi. - Solopos/Ivanovich Aldino
12 Juni 2021 15:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul memiliki nilai yang sangat strategis. Selain untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di jalur utama menuju Gunungkidul, jalur ini juga bisa menjadi pengungkit perekonomian. Pemkab pun diminta menangkap peluang ini untuk pengembangan kawasan sekitar.

Anggota DPRD DIY dari Daerah Pemilihan Gunungkidul, Arif Setiyadi mengatakan, jalur alternatif Sleman-Gunungkidul di titik Ngalang sampai Ngoro-oro masih dalam proses pembangunan. Ia pun optimistis jalur ini akan memberikan banyak manfaat karena masuk program yang sangat strategis.

“Paling utama bisa mengurai kemacetan di jalur utama ke Gunungkidul. sudah menjadi pemandangan umum ada kepadatan kendaraan setiap harinya, maka dengan jalur baru bisa menjadi solusi,” kata Arif, Jumat (11/6/2021).

Menurut dia, dampak lanjutan dari jalur ini bisa menjadi alat pengungkit roda perekonomian. Hal ini dikarenakan dengan adanya akses yang baik, maka bisa memacu pertumbuhan ekonomi.

“Tentu saja di jalur itu bisa menjadi peluang untuk pengembangan kawasan sekitar. Tentunnya, pemkab harus menangkapnya sehingga upaya peningkatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar dapat diwujudkan,” kata Ketua DPD PAN Gunungkidul ini.

Baca juga: Pendidikan Jadi Kunci Atasi Bencana

Arif pun mendorong pemkab responsif dan kreatif karena jalur alternatif akan terhubung dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Prambanan. Menurut dia, pemkab bisa menggerakan program-program yang mampu mengoptimalkan keberadaan jalur baru ini. salah satunya sektor kepariwisataan di wilayah utara.

Ia menyakini keberadaan wisata ini dapat memberikan dampak secara luas, tidak hanya bagi pemkab, namun juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. “Kawasan utara harus jadi fokus pengembangan. Sebab selain jalur alternative dari Sleman juga ada rencana normalisasi jaur alternantif dari Klaten di Gedangsari,” katanya.

Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul membentang dari perbatasan Sleman di Dusun Gembyong, Ngoro-oro sampai Gading di Kapanewon Playen. Hingga saat ini yang terbangun di ruas Gembyong-Tawang dan Ngalang-Gading.

Ia mengungkapkan masih ada jalan baru sepanjang 10 kilometer agar jalur alternatif ini jadi benar-benar tersambung. Rencananya pembangunan akan terbagi dalam lima ruas pengerjaan dan seluruhnya dibiayai dari Dana Keistimewaan milik Pemerintah DIY.

Ruas pertama menghubungkan titik dari Ngoro-oro sampai Kedungkadang, titik kedua menhubungkan antara Kedungkadang-Kepil, titik ketiga Kepil-Bobung. Sedangkan titik keempat menghubungkan Bobung-Ngalang I dan titik kelima menghubungkan Karanganyar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari. “Tahun ini yang dibangun ruas satu yakni di segmen satu yang menghubungkan Ngoro-oro dengan Kedungkandang dan segmen lima antara Karangayar sampai perempatan SMP Negeri 1 Gedangsari,” katanya.