40.000 Pengunjung Ditargetkan Datang ke Magelang, UMKM dan Warga Jadi Sasaran
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Penguatan Kapasitas Dalam Rangka Pengembangan Model Penyiapan Masyarakat Menghadapi Era Aerotropolis Kulonprogo, yang digelar di Ruang Sermo Pemkab Kulonprogo, Selasa (15/6/2021)./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kulonprogo bakal memiliki kota mandiri yang merupakan kawasan aerotropolis pengembangan Yogyakarta International Airport (YIA).
Pemkab Kulonprogo perlu bersiap untuk mengembangkan wilayah aerotropolis ini dan masyarakat perlu bersiap menghadapi perubahan sosial yang terjadi di wilayahnya.
Hal itu terungkap dalam Penguatan Kapasitas OPD Kabupaten Kulonprogo Dalam Rangka Pengembangan Model Penyiapan Masyarakat Menghadapi Era Aerotropolis Kulonprogo, yang digelar di Ruang Sermo Pemkab Kulonprogo, Selasa (15/6/2021).
Konsultan Pengembangan Wilayah YIA, Arum Kusumaningtyas, dari PT Catur Sagatra Lestari, mengatakan wilayah bandara itu sangat luas, tetapi industri aviasi hanya menggunakan 30%, sedangkan 70% merupakan aerocity atau aerotropolis yang menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).
“Pembangunan bandara selalu di luar kota. Dalam perkembangannya, terjadi pergerakan perdagangan, airport berkembang menjadi kota mandiri. Contohnya di tahun 1970-an adalah Serpong, Karawang dan Batam, kota masih jauh. Namun, tahun 1990-an mulai terjadi integrasi. Ada airport koridor masuk ke kota,” kata dia saat menjadi narasumber kegiatan tersebut.
Bandara yang awalnya menjadi infrastruktur kemudian menjadi daya ungkit wilayah, menjadi kawasan aerotropolis. Dari sini, ada yang harus dibangun, dan harus menggunakan perencanaan terutama tata ruang. Ia menyebutkan ada dua basis bisnis aerotropolis, pertama yakni airport yang menjadi wewenang pemerintah pusat karena merupakan objek vital masyarakat. Kedua, aerocity yang yang merupakan kawasan sekitar airport. Kawasan ini perlu menyiapkan di antaranya industri, edukasi dan teknologi dan logistik.
Arum menyebutkan kunci sukses pengembangan aerotropolis di tingkat Pemerintah Pusat adalah koordinasi yang baik dengan industri aviasi. “Tugas di tingkat Pemda adalah mengembangkan area development. Harus ada business plan, dan perencanaan bersama Pemprov untuk berintegrasi melakukan perencanaan pengembangan perekonomian,” katanya.
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Oetami Dewi mengatakan telah melakukan investigasi sejak 2019 di wilayah aviasi Kapanewon Temon, dilanjutkan wilayah industri di Kapanewon Sentolo dan wilayah wisata di Kapanewon Kokap pada 2020.
“Model penyiapan masyarakat menghadapi era aerotropolis ini menekankan pada penyeimbangan laju pembangunan fisik dampak YIA dengan pembangunan sosial berupa penyiapan masyarakat Kulonprogo agar tetap teguh menghadapi perubahan sosial di wilayahnya,” ujar dia.
Penyiapan masyarakat memerlukan strategi penumbuhan good will dan political will dari public sector, private sector, akademisi, dunia usaha maupun civil society untuk saling bersinergi. Target output kegiatan ini adalah sinergi sebagai referensi empirik bagi penyusunan RPJMD Kulonprogo menghadapi era aerotropolis.
Wakil Bupati kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan kawasan aerotropolis tidak bisa dihindarkan sebagai dampak YIA.
“Walaupun dari RPJMD belum ada perencanaan tentang aerotropolis atau aerocity tetapi secara kinerja harus mempersiapkan dulu. Kami mendorong persiapan, menginventarisir apa yang akan terjadi di wilayah Temon sampai Wates, potensi apa yang akan dikembangkan dan masyarakat agar bersiap agar tidak hanya menjadi penonton,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang berharap kedatangan pengunjung dalam berbagai kegiatan tersebut dapat memberi efek lanjutan bagi perekonomian lokal.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.
Ekonomi Indonesia dan DIY diperkirakan membaik pada 2027. Inovasi, efisiensi bisnis, dan dukungan bagi UMKM menjadi perhatian Bank BPD DIY.
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Perbankan masih menjadi tulang punggung untuk kegiatan intermediasi keuangan di DIY dan kami yakin bahwa pondasi industri jasa keuangan DIY tetap terjaga,"
Salam tiga jari yang digunakan dalam aksi BEM UI pada 28 Oktober 2026 memiliki sejarah sebagai simbol solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan otoriter.