Kapasitas Sejumlah RS Rujukan di Sleman Sudah Penuh Pasien Covid-19

Foto ilustrasi. - Reuters
17 Juni 2021 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus baru warga yang terpapar Covid-19 di Sleman terus melonjak drastis. Kamis (17/6/2021) dilaporkan Satgas Covid-19 Sleman terjadi penambahan sebanyak 235 kasus.

Sementara sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 mengakui saat ini kamar-kamar yang menangani pasien Covid-19 penuh. Meski begitu, ketersediaan oksigen bagi pasien berstatus kritikal masih dinilai aman.

Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja mengatakan saat ini semua bed untuk pasien Covid-19 terpakai seluruhnya. Rumah sakit ini memiliki 21 tempat tidur (TT) untuk merawat pasien Covid-19. Jumlah tersebut termasuk dua TT bagi persalinan Covid-19 dan 1 bed kritikal. Jika tidak ada pasien untuk persalinan Covid, maka bed tersebut digunakan untuk pasien non persalinan Covid.

"Untuk TT Full. Jumlahnya 21 bed non critical dengan tekanan negatif. 21 TT itu dari 101 TT kapasitas yang disediakan. Untuk ketersediaan O2 (oksigen) alhamdulillah cukup," kata Isa saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (17/6/2021).

BACA JUGA: Wartawan Diteror karena Berita, IndonesiaLeaks Mendesak Aparat Lindungi Jurnalis

Hal senada disampaikan Kepala Instalasi Humas RSA UGM, Sri Nenggih Wahyuni mengatakan berdasarkan keterangan dari Kabid Yanmed RSA UGM saat ini untuk tempat tidur pasien Covid-19 sudah terisi penuh. Rumah sakit ini memiliki kapasitas 104 TT untuk pasien Covid-19. "Terkait stok oksigen di RSA UGM sampai saat ini tidak ada kendala," katanya.

Kondisi serupa terjadi di RS Jogja International Hospital (JIH). Divisi Humas dan Marketing Rumah Sakit JIH Jogja, Febriana Endah Sari mengatakan dari 16 bed yang disediakan melayani pasien Covid-19 semuanya penuh. Baik yang kritikal maupun non kritikal. "Untuk kamar isolasi di JIH saat ini penuh, stok oksigen masih aman Mas. Tidak ada kendala," katanya.

Di wilayah Sleman Barat, Humas dan Kominfo RS PKU Muhamadiyah Gamping, Hepy Setyo Dewanto menjelaskan untuk pasien Covid-19 di rumah sakit ini dirawat di beberapa bangsal. Di RIK Mina masih dirawat tujuh pasien di mana satu pasien suspek dan enam pasien konfirmasi asimtomatik.

Di RIK Az Zahra, katanya, 11 pasien suspek dan empat pasien konfirmasi positif masih dirawat. Begitu juga dengan RIK Attin di mana terdapat 25 pasien Covid yang dirawat dengan status 7 suspek dan 18 konfirmasi asimtomatik. "Untuk ketersediaan oksigen juga aman," katanya.

Sementara Kepala Bagian Hukum, Organisasi dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan mengatakan sebagai rumah sakit rujukan saat ini jumlah TT untuk pasien Covid di Sardjito terdapat 300 TT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 TT sudah terisi pasien. "Masih tersisa 223 TT. Prinsip untuk oksigen terpenuhi mas, tidak ada masalah," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan meningkatnya kasus baru Covid-19 di Sleman memang berdampak pada tingkat keterisian bed di rumah-rumah sakit rujukan Covid-19. Banyak rumah sakit rujukan yang TT sudah digunakan oleh pasien Covid-19.

Berdasarkan data per 17 Juni, dari 329 TT di seluruh rumah sakit di Sleman saat ini terisi 277 TT atau 84,19%. Adapun ketersediaan ICU, dari 37 TT yang digunakan sebanyak 36 TT atau 97,3%. "Memang kalau melihat di aplikasi Siranap masih banyak bed yang kosong tapi realita di lapangan full semua," kata Joko.