Rusun untuk Santri Dibangun di Kulonprogo

Bupati Kulonprogo Sutedjo, Anggota DPR RI dapil DIY Idham Samawi, dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III, Mochamad Mulya Permana saat meninjau pembangunan rumah susun (rusun) untuk para santri di pondok pesantren Tahfidzul Qur'an Dzikrul Qolbi, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo pada Kamis (17/6/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
18 Juni 2021 08:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, SENTOLO--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III membangun rumah susun (rusun) untuk para santri di pondok pesantren Tahfidzul Quran Dzikrul Qolbi, di Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo.

Rusun tersebut rencananya dibangun setinggi dua lantai dengan anggaran senilai Rp2,4 miliar dan berkapasitas sebanyak 56 orang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III, Mochamad Mulya Permana, saat acara peletakan batu pertama pembangunan rumah susun pondok pesantren, Kamis (17/6/2021).

BACA JUGA : Rusunawa untuk Warga Jogja Berpenghasilan Rendah

“Rumah susun santri di Kulonprogo ini akan dibangun sebanyak satu tower setinggi dua lantai dengan tipe barak super mini dengan luas bangunan keseluruhan 392,85 meter persegi," kata Mochamad Mulya Permana pada Kamis (17/6/2021).

"Rusun ini memiliki daya tampung sebanyak 56 orang dengan target pembangunan selama lima bulan, selesai pekerjaan pada Oktober 2021 dan menelan biaya senilai Rp2,4 miliar," ujar Mochamad Mulya Permana.

Pembangunan rusun diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tempat tinggal para santri selama menempuh pendidikan agama di pondok pesantren. "Kami meminta agar rusun santri ini dapat dipelihara dan segera dihuni setelah proses pembangunan selesai," kata Mochamad Mulya Permana.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan hadirnya pondok pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, namun juga sebagai lembaga pemberdayaan umat dan pengembangan potensi.

Ia berharap pondok pesantren mampu mengatasi berbagai problem yang dihadapi masyarakat, sehingga eksistensi pondok pesantren akan lebih berperan dalam kehidupan masyarakat.

“Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III yang telah memberikan bantuan berupa pembangunan rumah susun. Semoga pembangunannya dapat berjalan dengan lancar dan nantinya membawa manfaat bagi semua pihak,” kata Sutedjo.

BACA JUGA : Proyek Rumah Susun Tower II di Tegalrejo Jogja Ditargetkan 

Anggota DPR RI dapil DIY Idham Samawi selaku pengusul pembangunan rumah susun ponpes  berpesan agar anak didik atau santri di Tahfidzul Qur’an Dzikrul Qolbi betul-betul dipersiapkan dengan tiga hal. Di antaranya yaitu cerdas, berakhlak mulia dan berkepribadian Indonesia.

Rusun Ponpes Tahfidzul Qur’an Dzikrul Qolbi, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo dengan luas bangungan 24 meter x 8,20 meter serta memiliki dua lantai dengan empat unit barak

"Rusun memiliki tipe kamar barak sebanyak 28 unit di lantai dasar dan 28 unit di lantai dua serta dilengkapi kamar mandi komunal. Rincian biayanya berasal dari APBN sebesar Rp2,4 miliar," kata Idham.