Gelar FKP, Disdikpora Bantul Siapkan Standar Layanan Peminjaman Stadion
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Heri Priyatmoko, dosen sejarah dari Universitas Sanata Dharma menjadi salah satu narasumber acara Lawatan Sejarah yang diselenggarakan BPNB DIY. Heri memaparkan sejarah Mangkunegaran. (ist/BPNB DIY)
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY menggelar Lawatan Sejarah daerah secara daring. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara langsung dengan mengunjungi sejumlah tempat yang bernilai sejarah di DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, kali ini lawatan dengan cara daring.
Adapun sasaran peserta lawatan sejarah daerah tersebut adalah siswa SMA, SMK, dan MA di tiga wilayah yaitu DIY, Jawa Tengah serta Jawa Timur (merupakan wilayah yang berada di bawah naungan BPNB DIY).
Total siswa yang ikut dalam kegiatan daring yang digelar tiga hari ini (22-24 Juni 2021) sebanyak 95 siswa dan pendamping.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini anak-anak dari tiga provinsi ini lebih mengenal sejarah dan budaya di wilayah kerja BPND DIY, seperti anak dari DIY mengenal sejarah di DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan sebaliknya,” kata Kepala BPNB DIY, Dwi Ratna Nurhajarini, Selasa (22/6)
Dwi Ratna mengatakan biasanya lawatan sejarah dilakukan langsung dengan berkunjung ke lokasi bernilai sejarah yang dipandu oleh narasumber. Namun kondisi pandemi Covid-19 memaksa mereka hanya akan diperlihatkan tempat bersejarah melalui film yang ditampilkan melalui zoom meeting.
Sebelumnya tim sudah terjun ke lapangan untuk membuat film tersebut. Film lawatan sejarah yang diperkenalkan ada empat lokasi di DIY yang dikhususnya budaya Jawa awal abad 20, yakni Taman Siswa, Museum Sonobudyo, Kadipaten Pakualaman, dan Mangkunegaran. Menurut Dwi Ratna, bukan tanpa alasan keempat lokasi tersebut menjadi materi dalam lawatan sejarah daerah karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Misalnya Taman Siswa, dari awal lembaga tersebut bergerak dalam bidang pendidikan dengan basis utama budaya. Konsep-konsepnya sampai sekarang terus dikembangkan dan hadir mewarnai sejarah pendidikan sehingga anak-anak diharapkan kenal Taman Siswa, bahkan slogan Tut Wuri Handayani menjadi simbol Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek)
Demikian Sonobudoyo juga lahir pada masa awal abad 20. Lembaga tersebut dari awal aktif dalam kebudayaan. Tak ketinggalan, Pakualaman juga salah satu dari daerah-daerah swapraja, juga mengembangkan atau punya sejarah dan budaya, turut andil cukup besar dalam sejarah Republik Indonesia. Banyak tokoh lahir dari Pakulaman termasuk lembaga seni dan budaya, pendidikan di Pakualaman memiliki lembaga lembaga pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan lawatan sejarah sebagai wawasan bagi generasi penerus bangsa untuk bisa belajar sejarah sesuai wilayah. Dengan harapan menjadikan sejarah masa lalu untuk perbaikan masa depan.
Lawatan sejarah daerah ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gunawan Sridiyatmiko dari universitas PGRI, Riswinarno dari UIN Sunan Kalijaga, dan Heri Priyatmoko dari Universitas Sanata Dharma.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Kabupaten Bantul menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
PSS Sleman membenahi detail bertahan dan menyerang demi membalas kekalahan dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027.
UGM melatih petani di Wonosari, Gunungkidul, mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit tanaman pangan dan hortikultura.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung pengembangan Kabupaten Magelang sebagai sentra sapi perah baru untuk memperkuat upaya mencapai swasembada susu
DPRD dan Pemda DIY menyepakati KUA-PPAS 2027 dengan target pendapatan Rp4,8 triliun dan belanja daerah Rp4,93 triliun.
Ratusan suporter PSIM mendatangi latihan di Mandala Krida. Mereka menuntut Laskar Mataram bangkit dari zona degradasi Super League 2026/2027.