Di Sleman, Sekolah Tatap Muka Tetap Digelar dengan Ketentuan Baru

Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
23 Juni 2021 04:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022 di Sleman tetap digelar sesuai rencana. Hanya saja, ada sejumlah ketentuan yang ditetapkan untuk pelaksanaan PTM.

Bupati Sleman Kustini mengatakan pelaksanaan PTM baik SD maupun SMP tetap digelar sesuai rencana. Pemkab, katanya, sudah mendapatkan lampu hijau untuk menggelar PTM dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Dengan catatan, kata Kustini, PTM harus diterapkan dengan protokol kesehatan secara ketat.

"Memang di Sleman ada lonjakan kasus, tapi siswa juga sudah terlalu lama tidak sekolah meskipun digelar pendidikan jarak jauh," katanya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: DIY Siapkan Aturan, Hajatan dan Wisata di Zona Merah Dilarang

Meski mendapatkan izin, namun Pemkab melakukan penyesuaian kebijakan mengingat saat ini terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 di Sleman. Pemkab mengubah ketentuan kehadiran siswa dari sebelumnya 50% menjadi 25% dari kapasitas ruangan. Siswa masuk pun dibagi dalam dua shift.

Selain ketentuan tersebut, kata Kustini, pelaksanaan PTM juga menyesuaikan dengan kondisi dan situasi pandemi Covid-19 di wilayah. Bila ada siswa dari zona merah namun sekolahnya berada di zona hijau maka siswa tersebut tidak diperkenankan untuk masuk.

"PTM digelar dengan tetap memperhatikan evaluasi mapping paparan covid di wilayah. Kalau sekolah masuk zona hijau digelar PTM dan yang masuk zona merah tidak diadakan PTM," katanya.

Terkait kesiapan sekolah, Kustini mengatakan jika seluruh sarana dan prasarana penunjang Protokol Kesehatan di masing-masing sekolah sudah disiapkan. "Semua sekolah dibentuk Satgas Covid-19. Mereka yang akan mengawasi pelaksanaan Prokes," katanya.