Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi. /Espos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Forum Guru Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul mempertanyakan kejelasakan terkait dengan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pasalnya, hingga sekarang belum ada kepastian tentang perekrutan hingga jumlah formasi yang tersedia di Bumi Handayani.
Ketua FHSN Gunungkidul, Aris Wijayanto mengatakan, belum ada kejelasan tentang rekrutmen P3K di bidang pendidikan. Informasi yang berkembang, Juni akan dimulai pendaftaran, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. “Kami masih tunggu informasinya seperti apa karena hal tersebut sangat ditunggu,” kata Aris, Selasa (22/6/2021).
Menurut dia, rekrutmen P3K sangat dibutuhkan menjadi salah satu jalan bagi guru honorer untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah, terutama yang usianya sudah di atas 35 tahun. Aris pun mengakui informasi berkaitan dengan perekrutan juga masih sangat minim karena jumlah kuota yang tersedia belum diketahui hingga sekarang.
BACA JUGA: Pasien Covid-19 Melonjak, Gunungkidul Mulai Kekurangan Tenaga Kesehatan dan Oksigen
“Ya kalau usianya di bawah 35 tahun, masih bisa ikut CPNS. Tapi, kalau sudah di atasnya tidak bisa lagi karena satu-satunya jalur hanya melalui pererkurtan P3K,” ungkapnya.
Dijelaskannya, perekrutan P3K di bidang pendidikan akan ada kuota afirmasi bagi honorer di atas 35 tahun sebanyak 15%. FHSN Gunungkidul berharap didalam penerimaan nantinya pengalaman mengajar menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk penerimaan. “Masa kerja harus jadi pertimbangan karena masih banyak guru yang mengajar lama, tapi statusnya masih honorer,” katanya.
Aris menuturkan, untuk sekarang ada kesenjangan kesejahteraan antara guru PNS dengan honorer. Padahal, sambung dia, dari sisi beban kerja tidak ada perbedaan yang mencolok. “Sama-sama ada kewajiban mengajar, tapi untuk kesejahteraan, guru honorer yang mendapatkan penghasilan di bawah Upah Minimum Kabupaten,” katanya.
Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, untuk perekrutan P3K di bidang pendidikan masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Pusat. “Belum ada informasi detail berkaitan dengan rekrutmen karena hingga sekarang kami masih menunggunya,” katanya.
Ia pun berjanji pada saat ada informasi berkaitan dengan perekrutan akan diinformasikan secara terbuka. “Memang belum ada tapi nanti saat dibuka akan kami umumkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.