9 Perkantoran di Kulonprogo Jadi Tempat Penularan Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
27 Juni 2021 11:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo mencatat sembilan klaster penularan Covid-19 yang berada di perkantoran. Kasus positif Covid-19 di tiap-tiap perkantoran rata-rata sebanyak lima sampai dengan 10 kasus.

Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan sembilan perkantoran yang terdapat penularan Covid-19 terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, perbankan, bandara, kantor kalurahan, puskesmas, dan rumah sakit.

"Untuk penularan di perkantoran. Kami mencatat ada sembilan titik atau perkantoran. Di sembilan lokasi tersebut terdapat penularan Covid-19. Sembilan perkantoran tersebut di antaranya OPD, sekolah, perbankan, di dalam Angkasa Pura, di desa, Puskesmas, dan rumah sakit," kata Baning pada Jumat (25/6/2021).

BACA JUGA: Tom Cruise Diduga Positif Covid-19, Syuting Mission: Impossible 7 Ditunda

"Total kasus di perkantoran itu rata-rata lima sampai sepuluh kasus positif Covid-19. Munculnya sejak dua minggu terakhir," sambung Baning.

Lebih lanjut, upaya penelurusan kasus positif Covid-19 juga menyasar tiga OPD lainnya. Upaya tersebut dilakukan karena gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten menemukan sejumlah orang terpapar Covid-19.

"Bahkan, hari ini (Jumat, 25 Juni 2021) kami melakukan tracing kepada tiga OPD lain yang kami duga kemungkinan ada penularan Covid-19, semoga hasilnya negatif. Karena ada satu atau dua pegawainya yang dinyatakan positif Covid-19," sambung Baning.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 yang terdapat di Bandara Yogyakarta International Airport saat ini hanya tinggal menunggu sejumlah orang yang terpapar Covid-19 selesai melakukan isolasi mandiri.

"Untuk di angkasa pura ada 16 positif, ini sudah selesai ya penularan kasus positif Covid-19. Kasus ini juga bersamaan dengan perbankan. Kasus positif Covid-19 berasal dari orang dari luar Kulonprogo tapi bekerja di situ. Hasil tracing sudah tidak ada penambahan, tinggal menunggu isolasi mandiri," kata Baning.

Berdasarkan catatan dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo, kasus positif Covid-19 yang terjadi di sejumlah perkantoran imbas dari penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19 yang belum maksimal.

"Penularan yang terjadi di perkantoran disebabkan karena mayoritas disebabkan ada salah satu pegawainya merupakan kontak erat bahkan ada yang sakit tetapi memaksakan masuk," kata Baning.

"Ini (klaster Covid-19 di perkantoran) juga menandakan protokol Covid-19 belum berjalan maksimal di perkantoran. Masih ada yang membuka masker, makan bersama, itulah yang menjadi penyebabnya," sambung Baning.

Lebih lanjut, demi menekan kasus penularan Covid-19 yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo menerima surat dari kementerian kesehatan. Isinya soal penegakan protokol Covid-19 di lingkungan fasyankes.

"Bahkan, hari ini (Jumat, 25 Juni 2021) saya menerima surat dari kementerian kesehatan, khususnya dari dirjen pelayanan kesehatan kepada kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit. Surat tersebut mencuat berdasarkan tingginya kasus Covid-19 di fasyankes," kata Baning.

"Intinya, tidak ada kegiatan makan bersama. Tenaga kesehatan saat pelayanan sudah memakai APD bagus, tapi sewaktu makan bersama protokol Covid-19 tidak berjalan. Berdasarkan hasil pelacakan, mayoritas kasus positif Covid-19 di fasyankes karena ada makan bareng usai kegiatan pelayanan," sambung Baning.

Upaya imbauan kepada setiap satgas Covid-19 yang berada di tiap perkantoran tidak henti-hentinya dilakukan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo. Diharapkan, masyarakat semakin sadar menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin.

"Kita tahu merubah perilaku itu tidak mudah. Kami tidak henti-hentinya mengingatkan warga untuk selalu menegakkan protokol Covid-19," kata Baning.