Nama dan Foto Sekda Bantul Dicatut, Warga Diminta Abaikan Isi Pesannya

Sekda Bantul Helmi Jamharis (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo saat menyampaikan kondisi terkini soal Covid 19 di kantor Dinas Kesehatan setempat, Selasa (24/3/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Juni 2021 14:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Aksi penipuan dengan mencatut nama dan foto Sekda Bantul Helmi Jamharis melalui aplikasi WhatsApp terjadi beberapa hari terakhir.

Agar masyarakat tidak dipedaya dengan orang yang mengaku-aku sebagai Sekda Bantul tersebut, maka Pemkab meminta agar warga lebih berhati-hati dan tidak mempercayai terkait dengan adanya bantuan yang ditawarkan orang tersebut.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan, telah menerima laporan dari beberapa orang terkait dengan orang yang menggunakan nomor 081999486071 dan memakai foto profil dirinya di aplikasi WhatsApp. Ia memastikan, jika orang yang menggunakan nomor telepon tersebut dan meminta nomor rekening kepada orang yang dihubungi bukan lah dirinya. Ia memastikan jika ada orang tidak bertanggungjawab yang mencatut nama dan fotonya untuk kepentingan pribadi.

“Untuk itu kami minta kepada siapa saja, untuk mengabaikannya,” kata Helmi, Senin (28/6/2021).

Agar tidak timbul korban penipuan yang mengatasnamakan dirinya, Helmi telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Meski belum ada laporan terkait kerugian materiil akibat aksi penipuan ini, namun Helmi memastikan akan membuat pengumuman terkait tindakan tidak bertanggungjawab yang mencatut nama dan fotonya.

Baca juga: Soal Nasib Sekolah Tatap Muka, Begini Kata Wakil Wali Kota Jogja

“Saya minta masyarakat jangan percaya. Jadi tidak mungkin jika saya tiba-tiba meminta nomor rekening untuk diberi bantuan. Sebab, pemberian bantuan kan juga ada mekanismenya,” jelasnya.

Sementara salah satu warga, Hadi, mengaku sempat dihubungi orang yang menyaru menjadi Sekda Bantul Helmi Jamharis. Nomor WhatsApp tersebut menginformasikan kepada dirinya, jika organisasinya akan mendapatkan bantuan. “Dan, saya disuruh kirim nomor rekening,” katanya.

Namun Hadi, tidak begitu percaya, jika yang menghubunginya tersebut adalah Sekda Bantul. Sebab, nomornya berbeda daripada nomor yang biasa digunakan oleh Sekda Bantul, Helmi Jamharis.

“Selain itu, sekelas Sekda kok minta nomor rekening. Ini jelas mencurigakan,” ucapnya.