Antisipasi Krisis Oksigen karena Lonjakan Pasien Covid-19, Bantul Gelontorkan Dana Rp6,7 miliar

Ilustrasi. - Reuters
28 Juni 2021 20:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul bergerak cepat dengan menggelontarkan anggaran dalam menghadapi lonjakan pasien Covid-19, salah satunya memepersiapkan kebutuhan oksigen di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Terkini, Pemkab Bantul mengalokasikan miliaran rupiah untuk menambah alat perangkat pernapasan.

Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis pada Senin (28/6/2021) menuturkan Pemkab Bantul menambah bantuan alat High Flow Nasal Cannula (HFNC) di Rumah Sakit Panembahan Senopati. "Untuk antisipasi mengingat terjadinya krisis oksigen, kita mendukung alat HFNC enam unit, hari ini barusan saja kita rapatkan untuk kita setujui," terangnya.

"HNFC harganya Rp1,2 miliar. Kemudian kami juga lakukan pemenuhan generator oksigen sebanyak satu unit dengan harga Rp5,5 miliar. Jadi kita akan support RS Panembahan Senopati itu senilai Rp6,7 miliar," ungkapnya.

BACA JUGA: Meski Tak Ada Korban, Gempa Senin Subuh Sebabkan Sejumlah Bangunan di Gunungkidul Rusak

Helmi tidak tahu persis datangnya sejumlah perangkat tadi. Menurut Helmi, pihak RS Panembahan Senopati yang lebih tahu jadwal kedatangan barang. "Yang jelas kami support anggarannya. Hari ini tadi pagi kita sudah rapat anggaran TAPD untuk memenuhi itu, Rp6,7 miliar," pungkasnya.

Berdasarkan data yang ditampilkan dalam Sistem Informasi Rawat Inap Kemenkes RU pada Senin (28/6/2021) sekitar pukul 16.10 WIB, sejumlah RS rujukan Covid-19 di Bantul hampir penuh. Di RS PKU Muhammadiyah misalnya, layanan IGD Khusus Covid-19 yang tersedia tersisa satu. Sementara di RS Panembahan Senopati IGD terisi penuh, tidak ada bed kosong.