DPR Harap Pusat-Daerah Tidak Ada Kontradiksi Selama PPKM Darurat

Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. - Ist/dok
02 Juli 2021 11:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 butuh dukungan dari semua instansi, baik di level pusat maupun daerah. Dukungan sinergi antar-instansi dibutuhkan agar kebijakan ini tidak ada kontradiksi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.

“Seringkali kebijakan pengendalian Covid berbeda antara pusat dengan daerah. Saya harap kali ini semuanya berjalan satu komando. Jangan ada ego sektoral antar instansi, semua harus bersinergi,” kata Anggota DPR RI F-NasDem Subardi melalui keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

Legislator dari Dapil Yogyakarta itu menilai, dalam kebijakan pengendalian sebelumnya banyak Pemerintah Daerah yang tidak sejalan dengan pusat. Misalnya, soal pergerakan penduduk dengan persyaratan khusus, kegiatan belajar tatap muka, kegiatan perkantoran, kegiatan perbelanjaan, hiburan dan pariwisata lokal, maupun pembatasan jalan-jalan utama.

Menurut Subardi, Pemerintah Daerah memang lebih memahami kondisi sosial kemasyarakatan. Tetapi saat ini negara dalam kondisi darurat. Semua instansi bertanggung jawab secara sinergi dan kolaboratif. Adanya varian baru menjadi persoalan serius bagi penanganan Covid saat ini.

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Mei-Juni Dicairkan Pekan Ini

“Sempat ada istilah gas dan rem, tetapi kadang pusat “ngerem” daerah tetap “ngegas”. Bahkan antara Pemprov dan Pemkab juga sering tidak sejalan. Kali ini negara dalam darurat, semua harus tunduk dengan kebijakan berbasis hierarki pemerintahan,” urai Subardi.

“Kalau PPKM darurat melarang pembukaan pusat perbelanjaan, seharusnya ini didukung dan disertai pengawasan dari Pemda. Apalagi sifatnya sementara, saya kira pelaku usaha bisa memahami kondisi darurat ini,” tambah Ketua DPW NasDem DIY itu.

Sederet fakta itu seringkali membuat kebijakan pengendalian tidak maksimal. Dampaknya, Sebaran Covid kian tak terkendali hingga terjadi rekor demi rekor. Terbaru, angka positif harian nasional bertambah sebanyak 24.836 pada Kamis (1/7).

Lonjakan tajam ini mengalahkan rekor sebelumnya pada Rabu (30/6/2021) sebanyak 21.807. Secara keseluruhan, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.203.108 dengan angka kematian sebanyak 58.995.

Update Covid Sleman

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Satgas Covid-19 jumlah kasus warga yang terpapar Covid-19 per Kamis (1/7/2021) bertambah 375 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 78 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 16 kasus.

"Dengan penambahan ini, maka total kasus terkonfimasi positif di Sleman sebanyak 23.165 kasus, kasus sembuh sebanyak 16.936 kasus dan yang meninggal dunia 645 kasus," katanya.