KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 butuh dukungan dari semua instansi, baik di level pusat maupun daerah. Dukungan sinergi antar-instansi dibutuhkan agar kebijakan ini tidak ada kontradiksi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.
“Seringkali kebijakan pengendalian Covid berbeda antara pusat dengan daerah. Saya harap kali ini semuanya berjalan satu komando. Jangan ada ego sektoral antar instansi, semua harus bersinergi,” kata Anggota DPR RI F-NasDem Subardi melalui keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).
Legislator dari Dapil Yogyakarta itu menilai, dalam kebijakan pengendalian sebelumnya banyak Pemerintah Daerah yang tidak sejalan dengan pusat. Misalnya, soal pergerakan penduduk dengan persyaratan khusus, kegiatan belajar tatap muka, kegiatan perkantoran, kegiatan perbelanjaan, hiburan dan pariwisata lokal, maupun pembatasan jalan-jalan utama.
Menurut Subardi, Pemerintah Daerah memang lebih memahami kondisi sosial kemasyarakatan. Tetapi saat ini negara dalam kondisi darurat. Semua instansi bertanggung jawab secara sinergi dan kolaboratif. Adanya varian baru menjadi persoalan serius bagi penanganan Covid saat ini.
Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Mei-Juni Dicairkan Pekan Ini
“Sempat ada istilah gas dan rem, tetapi kadang pusat “ngerem” daerah tetap “ngegas”. Bahkan antara Pemprov dan Pemkab juga sering tidak sejalan. Kali ini negara dalam darurat, semua harus tunduk dengan kebijakan berbasis hierarki pemerintahan,” urai Subardi.
“Kalau PPKM darurat melarang pembukaan pusat perbelanjaan, seharusnya ini didukung dan disertai pengawasan dari Pemda. Apalagi sifatnya sementara, saya kira pelaku usaha bisa memahami kondisi darurat ini,” tambah Ketua DPW NasDem DIY itu.
Sederet fakta itu seringkali membuat kebijakan pengendalian tidak maksimal. Dampaknya, Sebaran Covid kian tak terkendali hingga terjadi rekor demi rekor. Terbaru, angka positif harian nasional bertambah sebanyak 24.836 pada Kamis (1/7).
Lonjakan tajam ini mengalahkan rekor sebelumnya pada Rabu (30/6/2021) sebanyak 21.807. Secara keseluruhan, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.203.108 dengan angka kematian sebanyak 58.995.
Update Covid Sleman
Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Satgas Covid-19 jumlah kasus warga yang terpapar Covid-19 per Kamis (1/7/2021) bertambah 375 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 78 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 16 kasus.
"Dengan penambahan ini, maka total kasus terkonfimasi positif di Sleman sebanyak 23.165 kasus, kasus sembuh sebanyak 16.936 kasus dan yang meninggal dunia 645 kasus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
KHL kembali dibahas dalam formula upah minimum 2027. Pemerintah, buruh, dan pengusaha memiliki pendekatan berbeda soal pengupahan.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.