Covid-19 Mengganas, Pakai Masker Harus Benar

Ilustrasi. - Freepik
02 Juli 2021 12:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Penyebaran virus corona di Tanah Air masih saja terus terjadi dengan peningkatan kasus yang signifikan. Guna menekan penularan, pakar kesehatan terus mendorong masyarakat untuk patuh menjalankan protokol kesehatan, termasuk memakai masker dengan benar.

Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Titien Budhiaty, menjelaskan memakai masker merupakan hal wajib diterapkan di tengah pandemi Covid-19. “Gunakan masker dengan tepat dan benar serta diikuti perilaku memakai masker yang benar juga untuk mencegah paparan Covid-19,” ujarnya, Jumat (2/7/2021).

Adapun jenis masker yang disarankan bagi masyarakat adalah masker bedah atau medis. Sementara masker kain tidak lagi direkomendasikan, sebab kurang memberikan perlindungan dari paparan virus corona. “Masker yang dianjurkan adalah masker medis tiga lapis untuk penggunaan sehari-hari saat aktivitas di luar rumah,” katanya.

Saat ini, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menganjurkan pemakaian dobel masker yakni masker medis dan masker kain bagi masyarakat dunia untuk memberikan perlindungan lebih aman terhadap infeksi Covid-19 yang saat ini beredar dengan berbagai varian.

Baca juga: Seluruh Mal di Jogja Tutup 3-20 Juli

Hal tersebut turut diamplifikasi oleh Satgas Covid-19 di tanah air. “Dobel masker ini sebenarnya penekanannya lebih kepada bagaimana masker benar-benar melindungi saluran pernapasan karena penularan utama Covid-19 lewat saluran nafas,” katanya.

Penggunaan dua masker dalam penelitian terdahulu disebutkan dapat memberikan perlindungan yang lebih besar. Sebab jika hanya dengan masker medis biasanya masih menyisakan celah dibagian atas hidung dan pipi. Saat masker longgar berisiko menjadi jalan masuk virus melalui celah ini.

Sementara masker kain lebih pas di wajah dan dapat diatur kekencangannya. Karenanya pemakaian dobel masker ini bisa memberikan perlindungan yang lebih baik. “Sebenarnya satu masker bedah cukup dengan mengikat simpul di ujung kiri kanan masker sehingga menutup celah bagian samping. Mau single atau dobel, syaratnya tetap harus pakai masker bedah utamanya,” paparnya.

Dokter spesialis patologi klinik ini mengungkapkan meski sudah menggunakan masker yang tepat, masih kerap ditemukan perilaku yang tidak tepat. Ia mencontohkan saat bicara masker justru diturunkan atau dibuka.

Selain itu, sering memegang area depan masker yang menjadi area paling infeksius tanpa diikuti cuci tangan atau memakai hand sanitizer setelahnya. “Yang masih sulit, masyarakat masih sering menaik turunkan masker. Bahkan tidak sedikit yang hanya mengalungkannya saja,” tuturnya.

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk memakai masker yang benar diikuti perilaku yang tepat. Sebelum memakai masker, dianjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Lalu, pasang masker menutupi mulut, hidung, dan dagu. Tekan bagian atas masker agar mengikuti bentuk hidung dan pastikan pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.

Kencangkan tali atau buat simpul di ujung masker apabila bagian samping terasa longgar hingga tertutup sempurna. Selanjutnya, hindari menyentuh masker saat digunakan, jika tersentuh cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Memakai masker hanya salah satu cara mencegah penyebaran Covid-19. Karenanya ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, mencuci tangan, serta mensukseskan program vaksinasi Covid-19 nasional.