Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi. /Antarafoto-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, KULONPROGO--RSUD Wates memutuskan untuk menutup sementara layanan instalasi gawat darurat (IGD) pada Jumat (2/7/2021). Upaya penutupan menyusul membludaknya jumlah pasien Covid-19 di bangsal isolasi. Ditambah, banyaknya karyawan RSUD Wates yang terpapar Covid-19.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Ananta Kogam Dwi Korawan mengatakan penutupan RS yang menjadi rujukan bagi pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo ini dilakukan karena adanya lonjakan jumlah pasien Covid-19. Terlebih, lonjakan juga terjadi kepada pasien suspek Covid-19.
"Dari kapasitas maksimum 35 orang, saat ini bangsal isolasi diisi oleh 45 orang pasien positif Covid-19. Sedangkan, ruang isolasi di IGD yang berkapasitas lima tempat tidur sekarang diisi 15 pasien. Artinya, ada overload 10 pasien dan ini sangat berisiko penularan ke pasien yang lain," kata Dwi pada Jumat (2/7/2021).
BACA JUGA: BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Moderna Buatan AS
Lebih lanjut, penutupan IGD RSUD Wates juga dilakukan menyusul sejumlah karyawan RSUD Wates sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing karena terpapar Covid-19. Jumlahnya sekitar 65 orang yang terdiri dari dokter, perawat hingga petugas cleaning service.
Penutupan IGD RSUD Wates sebenarnya merupakan langkah terakhir yang dilakukan oleh pihak RS guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 secara meluas.
"Penutupan IGD berlaku mulai Jumat (2/7/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. Rencananya layanan IGD milik RSUD Wates akan kembali dibuka pada Sabtu (3/7/2021) malam," kata Dwi.
"Penutupan sebenarnya menjadi pilihan terakhir dan berat. Sementara kita tutup sampai jam 20.00 besok, mudah-mudahan sudah ada pergerakan pasien ke bangsal," sambung Dwi.
Dua penutupan bangsal isolasi bagi pasien positif Covid-19 di RSUD Wates nantinya akan dibarengi dengan upaya penambahan kapasitas bangsal isolasi. Ke depan, penambahan tempat tidur di bangsal isolasi bagi pasien positif Covid-19 di RSUD Wates akan dilakukan sebanyak 62 kamar tidur..
"Atas penutupan sementara IGD RSUD Wates, kami selaku manajemen meminta maaf atas ketidaknyamanan yang diberikan kepada warga. Semoga petugas kami juga senantiasa diberikan kesehatan dalam melaksanakan tugas," kata Dwi.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan jika kondisi oksigen di RSUD Wates masih dalam kondisi cukup. "Stok oksigen di RSUD Wates saat ini masih memadai," kata Baning.
Penutupan IGD RSUD Wates juga tidak ditampik oleh Baning. Penutupan dilakukan karena penuhnya bangsal serta masih banyaknya karyawan RSUD Wates yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.
"Dengan masih penuhnya bangsal dan banyaknya tenaga kesehatan baik di IGD maupun bangsal isolasi (total yang harus isolasi per hari ini sebanyak 65 nakes) maka diputuskan untuk tutup sementara.
"Penutupan juga merupakan langkah yang diambil untuk melakukan penataan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan pasien," sambung Baning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.