Calon Pekerja Migran Asal DIY Segera Disuntik Vaksin

Ilustrasi - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
03 Juli 2021 07:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal DIY mendapat jatah vaksin untuk mengantisipasi Covid-19 dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan UPT BP2MI Yogyakarta Sri Purwanti mengatakan jajarannya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DIY mengupayakan dan memprioritaskan CPMI asal DIY untuk mendapatkan vaksin. Pelaksanaan vaksinasi massal akan digelar BP2MI DIY dengan Dinkes DIY pada 12 Juli.

"Ini sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah untuk melindungi dan memberikan apresiasi kepada PMI pahlawan devisa. Mereka termasuk prioritas diberi vaksin," kata Sri saat jumpa pers, Jumat (2/7/2021).

BP2MI DIY, kata Sri, masih membuka link pendaftaran bagi CPMI yang belum menerima vaksin. Link pendaftaran vaksinasi yang disediakan di https://bit.ly/validasiCPMIDIY. Di wilayah DIY, katanya, terdapat 86 CPMI yang sudah mendaftar dari 336 kuota PMI di DIY yang disiapkan untuk menerima vaksin Covid-19. Sebagian CPMI melaporkan sudah menerima vaksinasi secara mandiri.

Mereka yang termasuk CPMI, kata Sri, akan berangkat menuju Jepang dan Korea Selatan. Hal ini dilalukan untuk mengantisipasi negara tujuan ketika meminta bukti vaksin Covid-19. "Sebagian dari CPMI DIY sudah siap diberangkatkan jika pintu negara tujuan sudah dibuka. Nah, ketika syarat vaksin itu diminta, maka CPMI sudah siap dan tidak kebingungan lagi," ujarnya.

Sejak Januari hingga Juni 2021, jumlah PMI yang pulang ke DIY dan sekitarnya akibat pandemi Covid-19 sebanyak 1.202 orang. Rinciannya, sebanyak 943 berasal dari luar DIY dan dari DIY sebanyak 259 orang. Selain habis masa kontrak, sebagian PMI pulang dengan alasan cuti.

"Secara nasional, BP2MI juga memulangkan sekitar 7.300 PMI dari Malaysia. Dari jumlah tersebut tercatat sekitar 145 PMI asal DIY. Mereka dipulangkan secara bertahap akibat kebijakan lockdown di Malaysia, sebagian habis masa kontrak terkena lockdown sehingga overstay," katanya.

Kepala BP2MI DIY, Dyah Andarini menambahkan pemberian vaksin Covid-19 bagi CPMI di Indonesia sebelum berangkat menunjukkan negara serius menangani pandemi Covid-19. "Agar negara penempatan melihat keseriusan Pemerintah Indonesia dalam penanganan pandemi," katanya.