Taman Pintar Tutup di Tengah Tren Peningkatan Kunjungan

Spanduk informasi penutupan Tempat Wisata Edukasi Taman Pintar, Kota Jogja, Minggu (4/7/2021). - Harian Jogja/Sunartono.
05 Juli 2021 08:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Destinasi wisata berbasis edukasi yang berada di Pusat Kota Jogja atau lazim disebut Taman Pintar menutup layanan demi mendukung PPKM Darurat. Informasi penutupan terpasang di spanduk berwarna kuning pada dua pintu masuk utama sisi selatan dan pintu samping sisi timur kawasan tempat wisata ini.

Kepala Taman Pintar Kota Jogja Retno Yuliani menjelaskan penutupan semua wahana di Taman Pintar dilakukan sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 mendatang untuk mendukung program PPKM Darurat guna mencegah penyebaran Covid-19. Retno mengakui kebijakan PPKM Darurat sangat berdampak terhadap destinasi wisata seperti taman pintar yang sebenarnya mulai ada tren peningkatan kunjungan. Namun demi mencegah penularan, PPKM Darurat harus tetap didukung.

“Maka kami mengikuti kebijakan PPKM Darurat ini dengan menutup seluruh operasional layanan, setiap pekan kami melakukan evaluasi dan kami mengikuti setiap kebijakan,” katanya Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Andalkan Dana Swadaya, Begini Kisah Warga Kalasan Hadapi Pandemi dengan Jaga Warga

Retno menambahkan tren kunjungan wisatawan ke Taman Pintar sebenarnya mulai menunjukkan tanda-tanda menggembirakan selama dua bulan terakhir dibandingkan 2020 silam ketika awal pandemi. Jika sebelum pandemi jumlah kunjungan per hari mencapai 3.000 orang, namun Ketika terjadi pandemi hanya sekitar ratusan orang saja yang berkunjung.

“Tetapi sejak lebaran tren kunjungan sudah membaik, kalau saat normal sehari bisa sampai 3.000 orang, saat ini sudah sampai 500 pun kami anggap sudah baik, karena dari sisi kapasitas kami harus membatasi, tetapi kalau weekend sampai 1.000 pengunjung saat sebelum PPKM Darurat, ini trennya sudah meningkat,” ucapnya.

Ia menambahkan dengan adanya penutupan tersebut dampaknya cukup terasa karena harus mengurusi karyawan, di sisi lain tidak ada kunjungan sama sekali. “Tutup kan berarti zero kunjungan atau nol pengunjung, tetapi kami tetap harus melindungi semua karyawan,” katanya.

Prokes Ketat

Retno mencatat ada sejumlah wahana favorit yang terpaksa harus tutup sama sekali sejak pandemi. Ketika beroperasi saat PPKM Mikro, sejumlah wahana ini tidak dibuka karena dikhawatirkan menjadi media penularan. Sejumlah wahana yang beroperasi seperti zona lalu lintas untuk anak dipantau dengan ketat dan peralatan langsung disterilkan setelah dipakai.

Baca juga: OTG Tapi Terpaksa Kerja, Ini Sejumlah Penyebab 91 Nakes di Kulonprogo Positif Covid-19

“Sudah setahun PAUD barat dan timur sudah off setahun lebih sejak awal Covid-19 karena memang untuk anak PAUD jadi rentan. Serta wahana air menari untuk anak mandi juga sementara tutup. Kalau di indoor itu VR [zona teknologi pintar, virtual reality] karena harus pakai kacamata antisipasi penyebaran,” ujarnya.

Jam beroperasi pun berkurang, saat beroperasi di tengah pandemi buka pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan ketat. “Manajemen masuknya juga kami atur ketat, misalnya berombongan kita batasi 30 orang masuk lalu 15 menit kemudian 30 orang masuk lagi, di dalam ada petugas memandu mengarahkan di sejumlah titik poin harus berhenti agar tidak berkerumun,” katanya.