Rumah Sakit di Jogja Mulai Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Ilustrasi - Antara/Novrian Arbi
05 Juli 2021 18:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah rumah sakit di Kota Jogja kewalahan menangani pasien Covid-19 yang terus silih berganti berdatangan. Di sisi lain, rumah sakit mendapatkan cobaan berat dengan banyaknya karyawan terpapar Covid-19 dan minimnya pasokan oksigen.

Direktur Utama RS PKU Kota Jogja Muhammad Komarudin menjelaskan hingga Senin (5/7/2021) jumlah bed untuk pasien Covid-19 sebanyak 55 terdiri atas 40 ruang isolasi dan 15 ruang ICU sudah terisi penuh. Di sisi lain masih ada pasien mengantre di IGD yang melebihi kapasitas ruangan IGD.

BACA JUGA: Sulit Bangun Rumah Sakit Darurat Covid, Pemda DIY Akan Perbanyak Selter
Jogjapolitan 

“Bisa dikatakan bed kami penuh, karena pasien silih berganti, misalnya tadi malam ada yang meninggal tujuh, jadi ada tujuh bed kosong, karena yang di IGD ada banyak yang mengantre, lalu terisi lagi bed-nya,” katanya, Senin (5/7/2021).

Ia menambahkan pada Senin ini RS PKU Kota Jogja menambah kapasitas fasilitas IGD dari sebelumnya hanya enam pasien menjadi 12 pasien Covid-19. “Karena kami tidak menolak setiap pasien yang datang, tetapi mereka harus mengantre dengan pelayanan di IGD, menunggu bangsal ini kosong,” ucapnya.

Manajemen rumah sakit masih harus memikirkan ketersediaan oksigen. Ia mengaku pasokan oksigen di RS PKU Kota Jogja pada Minggu nyaris habis seperti halnya Sardjito. Namun karena melakukan berbagai upaya hingga akhirnya bisa mendapatkan pasokan.

“Jadi sebenarnya untuk bed ini bisa kami upayakan, tetapi yang membuat kami stres itu ketersediaan oksigen, kemarin kami nyaris akan seperti Sardjito. Kami saat ini melakukan jemput bola, mengirim truk untuk melakukan pengisian langsung ke lokasi, seperti di Mojosongo [Boyolali],” ujarnya.

Menurutnya kebutuhan oksigen saat ini mencapai tiga kali lipat, jika saat normal dalam sehari menghabiskan 25 tabung dan 1.000 meter kubik liquid oksigen. Namun saat ini menghabiskan 100 tabung dan 2.500 meter kubik liquid oksigen setiap harinya.

Persoalan lain, kata Komar, dari total sekitar 600 karyawan RS PKU Kota Jogja sebanyak 30% terpapar Covid-19 sehingga harus melakukan isolasi mandiri. “Selain oksigen, SDM juga kami kesulitan, karena 30 persen karyawan kami dari dokter perawat hingga bagian pemeliharaan itu terpapar Covid-19, mereka harus isolasi mandiri,” ujarnya.